Yogyakarta, 23 Nopember 2012.
Saya selalu
bercita-cita—disamping menjadi guru
tentunya adalah—ingin menjadi penulis, cerita-cerita pendek telah banyak saya
tulis tapi ketika karya itu saya baca kembali ternyata hasilnya tidak begitu
baik menurut saya. Sudah mencoba mengikuti selera pasar yang memang kebanyakan
menceritakan kisah cinta anak remaja. Saat-saat galau yang memang sedang menjadi
trend. Tapi sudah sekuat pikiran pun, tetap saja karya itu tak begitu menarik
dan tak ada nyawa saya di sana. Dan majalah mana pun sepertinya tidak mau
repot-repot memuat karya saya yang berulang kali dikirim, hanya satu cerpen
saya yang termuat itu pun di majalah SMA , judulnya “surga itu mahal” yang saya
tulis bersama teman satu kamar kos bernama Dessy Relistia Fauziyah.