tita

Sabtu, 06 September 2014

UJIAN NAIK KELAS



Semoga ini merupakan ujian naik kelas dan saya bisa berhasil menyelesaikannya dengan baik, Amin.
2014 adalah tahun yang sangat kompleks bagi saya. 
Januari adalah bulan ketika saya berhasil menyelesaikan kuliah tepat tiga tahun empat bulan sepuluh hari. Februari merupakan bulan ketika saya bisa berkesempatan untuk bertadzabur alam ke salah satu pasak bumi, Gunung Lawu, dan tepat seminggu setelah itu erupsi Kelud pun terjadi, Allah menyelamatkan saya. Bagaimana kalau seandainya saya naik gunung ketika erupsi Kelud, entah apa yang terjadi?
            April adalah gerbang baru menuju fase ‘the real life’ dalam kehidupan saya, 5 April 2014 adalah hari ketika orangtua saya menyunggingkan senyum lebarnya ketika melihat anak semata wayang yang mereka besarkan, didik, dan sekolahkan ini bisa mengenakan toga dan berkumandanglah nama bapak saya disertai predikat cumlaude (lulus dengan pujian) setelah itu. Saya yakin, orangtua saya sangat bersyukur ketika anak gadisnya yang sekian lama jauh terpisah dari mereka, berhasil menyelesaikan sekolah tinggi, hasil dari do’a, keringat, dan darah perjuangan mereka. Orangtua yang banyak menginspirasi para tetangga karena kegigihan mereka melakukan usaha positif apapun hanya agar anaknya dapat bersekolah. Walaupun tak jarang banyak cibiran dan keraguan-keraguan yang selalu muncul, “apakah mampu mereka menyekolahkan anaknya tinggi? SPP-nya mau dibayar pake apa?”. Betul bapak saya seorang petani, sering sakit-sakitan, dan terlihat jauh lebih tua daripada usia aslinya, tapi apatah Allah menutup mata dari do’a dan usahanya? Tentu tidak!! Sayalah hasilnya, Allah menunjukkan betapa manusia itu hanya butuh yakin terhadap janji-Nya. Al-Anfal: 53 “Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.