tita

Sabtu, 01 April 2017

–Setelah kesulitan ada kemudahan-

Malam ini saya kembali membuka buku catatan warna merah muda yang covernya saya sensor dan ditulisi kata mutiara favorit penuh inspirasi yaitu surat Al Insyiroh ayat 5-6 tanpa syakal (fathah-kasroh-dhomah).
Pemahaman Islam saya masih dalam ranah ooh iya saya tau, saya pernah belajar itu. hiks kok begitu ya? Saya gelisah, makanya saya menulis ini. Biar gelisah saya dibagi-bagi hehe. Catatan lama saya ditulis bulan Desember 2015 masih anak baru banget di lembaga tempat saya berjihad ini. Waktu itu divisi personalia yayasan kami menjelaskan tata kerja, hak, dan kewajiban kami sebagai bagian dari lembaga pendidikan ini dalam menjalankan amanah. Di dalamnya dibahas perijinan/meninggalkan amanah seperti MENIKAH (sengaja di caps lock bukan karena jebol tapi bagian dari doa disegerakan siapnya hhe), melahirkan, sakit, dan meninggal. Bukan yang caps lock yang akan saya bahas tapi yang terakhir, yaitu apabila ada yang meninggal yang menjadi bagian dari keluarga, tepatnya saya mau membahas tentang meninggalnya suami.
Masa ihdad atau berkabung dan masa ‘iddah (masa tunggu).