tita

Sabtu, 23 Januari 2016

MAMAH BUKAN PILIHAN

9.9.2014 
Dua puluh hari menjelang ulang tahun mamah yang ke 48. Mamah diundang dalam suatu acara di Bandung sana, dan tiba-tiba beliau meminta saya untuk mengirimkan ungkapan atau penilaian saya terhadapnya lalu saya kirimkan balasan sms yang berisi beberapa perwakilan kata yang sebenarnya masih kurang bisa mewakili semua yang selama ini saya terima. “Mamah itu bukan pilihan, saya tidak pernah memilih Mamah sewaktu lahir. Tapi saya beruntung punya Mamah yang selalu istimewa sebagai ibu, kakak, maupun teman. Mamah itu kuat dan murah hati, Mamah akan melupakan semua yang ia inginkan, agar bisa memberi apa yang saya butuhkan. Mamah selalu bisa membuat saya percaya diri. Dan yang terpenting adalah Mamah tidak pernah menghalangi saya untuk mencintai Allah, bahkan Mamah akan membentangkan seribu jalan agar saya dapat menggapai cinta-Nya, karena Mamahpun mencintai saya karena-Nya. Jazakillah bil jannah untuk setiap peluh dan airmata“. 
Saya dibuat menangis bombay membaca kembali berulang-ulang tulisan saya. Saya selalu ingin berusaha membuat beliau tersenyum, apapun akan saya lakukan. Saya mungkin memang kaku dalam mengungkapkan perasaan sayang saya lewat lisan kepada beliau, tapi tentu cinta saya yang sesungguhnya pada Mamah tertuang alami dalam setiap perjuangan yang saya lakukan setiap detiknya. Semua yang telah saya lalui hingga saya berada di sini saat ini, tidak akan bisa terwujud tanpa sikap demokratis dan pengorbanan Mamah. Tidaklah mudah bagi seorang ibu untuk melepas anak gadis semata wayangnya merantau dan jauh dari sisinya, tapi orangtua saya istimewa, memberikan kepercayaan penuh kepada saya untuk menggapai apapun yang saya inginkan, walaupun itu perlu banyak sekali hal yang harus diperjuangkan. Tidak peduli tekanan dari sisi manapun, lillahita’ala selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Allah maha melihat perjuangan hamba-Nya, Allah akan selalu ada bersama nafas perjuangan saya dan orangtua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar