tita

Jumat, 05 Februari 2016

AWAL YANG BARU

24 Januari 2016 
Halaman ini masih kosong. Belum ditulisi apapun. Dan ingin menulis, tetapi bingung dari cerita yang mana? 2015 telah berlalu, waktu berjalan mengalir tanpa dirasa. Naik dan turun kehidupan mewarnai keseharian yang dinamis. Pertengahan 2014 saya bekerja, sudah nyaman dan enam bulan kemudian saya resign. Mencari kerja tidak gampang, mendekati banyak pintu, maupun mengetuk pintu yang masih tertutup. November hingga April masih mencoba peluang di kota pelajar ini. Kemudian orang tua menjemput dan mencoba peruntungan di tanah kelahiran, Jawa Barat. Tidak nyaman dengan dilema ketidakenakan, merasa kurang keras mencoba dan berusaha mencari kerja, omongan tetangga dan sanak rese’ (anggap pupuk kandang). Jalan Allah ternyata memang lebih teratur dari planning manusia. Positifnya, beberapa tahun diperantauan dan jarang sekali merasakan Ramadhan dan nikmatnya berbuka juga sahur bersama mamah bapa, akhirnya bisa dirasakan kembali. Ketika kita sudah memberikan proposal kita pada Allah, dan akhirnya memberikan seutuhnya keputusan pada-Nya, toh pintu yang selama ini diketuk bahkan digedor-gedor pun akhirnya terbuka dengan lapang. Bahkan sangat terang hingga menyilaukan, bahagia hingga bersyukur pun sepertinya tidaklah cukup. 
Allah mempertemukan saya dengan orang-orang dan tempat yang semoga menambah keberkahan dan membuat makna jihad itu bisa saya lakoni dengan teratur dan terarah. Setiap serpihan cerita ini, ternyata sangat teratur. Berbalik ke belakang, maupun maju ke depan tidaklah menjadi suatu pilihan yang rumit untuk diterima. Belakang memberikan pengalaman yang membuat saya waspada jika kelak bertemu dengan situasi yang mirip bahkan sama. Depan tetap misteri yang mau tidak mau harus dijalani. Seberat apapun keadaan toh ternyata bisa dilalui. Belajar itu tidak harus dengan cara yang mudah dan menyenangkan. 
2015 tahun yang lapang, sempit, cepat, lambat, dinamis, statis dan hanya dengan ukuran 365 hari, perubahan itu begitu banyak. Bertemu dengan anak berbagai tipe dan karakter masing-masing. Menemani terapi anak “spesial”, bersama-sama membantu menguraikan “benang” yang kusut. Ikut serta menjadi bagian dari agen perubahan memajukan Islam yang sebenarya sudah keran. Yogyakarta, Ciamis, Yogyakarta lagi, Gombong, Pati, dan kini, 2016 Kaliurang menjadi persinggahan selanjutnya. Saya siap menerima kedinamisan perjalanan hidup lagi. stay strong and keep do the best be the best, May Allah guide you in each decision you make.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar