Tidak banyak yang
berubah...
Saya yang
InsyaAllah berubah, menjadi go go power ranger.. eh astagfirulloh. Tidak, bukan
itu maksudnya.
Ulangi ya? Tidak
banyak yang berubah di kampung ini, seperti masih sekitar tahun 90-an. Yang
lumayan berbeda adalah ke ladang atau sawah kendarannya sudah pakai bensin,
dulu biasanya bapak atau ibu-ibu berduyun jalan kaki dengan atribut capingnya,
bercerita anak maupun tanamannya. Anak mudanya sekarang sudah banyak yang hilir
mudik berboncengan tiga, bolak-balik entah dengan tujuan apa? Kerudungnya banyak
yang tertinggal di lemari, bercekikik ala sinetron ‘anak perjalanan’.
Yang muda yang
mendunia, yang muda yang berkarya. Untuk saat ini saya memilih mendunia dan
berkarya di luar kampung saya. Merantau seperti Iko Uwais, Uwais Al-Qorni,
Rhoma Irama, atau mungkin besok selayaknya Will Smith yang memilih meninggalkan
hingarnya Hollywood dan menjadi orang Sho’id yang sederhana.
Kadang
berimajinasi dengan keberuntungan orang lain, tapi tiap hidup punya resiko
masing-masing. Alasan boleh iri hanya pada kualitas semangat dan dekatnya ia
pada Tuhannya. Kaya atau belum, tidak perlu dimasukkan pada daftar prioritas
pencapaian. Kembali pada realita, sudah sekuat apa saya berusaha? Baper lagi
deh.
Allah menempatkan
takdir pada jalur yang seindah-indahnya. Entah aral apa yang dihadangkan, toh
sudah terlewati dan menjadi bekal menuju hari esok.
Buat apa bermimpi
tinggi? Buat saya, mimpi dan harapan tinggi itu perlu. Untuk orang yang planner
& target oriented seperti ini, gunanya agar tau diri, berterima kasih, dan sejauh
mana saya bisa berguna. Alhamdulillah oksigen aja diperbolehkan untuk dihirup
sepuasnya. Semoga indahnya pengharapan mengoptimalkan ikhtiarku untuk kehidupan
yang lebih baik. “ Menyongsong kematian dengan semangat berjuang di jalan-Nya”.
Ciamis, 4
Juli 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar