tita

Kamis, 07 Maret 2013

Harga Seonggok Hati


Harga Seonggok Hati
(Ibu Sebagai Wanita Part 3 bersama Ayah disampingnya)
Hati: kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat eksresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. (wikipedia Indonesia)

Hati: pengaruh terbesar tempat mengatur segala molekul perasaan. Menata segala bentuk keinginan yang ter-integrasi dan ter-interkoneksi dengan sensorik, motorik dan konektor yang berbuah perilaku. Tempat dimana manusia lebih bisa mengambil pelajaran dari apa yang Penciptanya sajikan untuknya di belahan bumi ini. (ngarang sendiri)


Hati manusia jauh lebih mahal dari hati sapi ataupun ayam...(ya iyalaaah...). kenapa?? Karena ia diberi andil untuk hadir dalam suatu pengambilan keputusan dan memantapkan suatu pilihan. Saat sesuatu diluar dari kebiasaan membuat hati kita belajar bagaimana menyikapinya, saat pikiran kita bersikeras itu tak masuk akal disinilah hatimu bicara bahasa kehidupan. Berbesar hati walaupun hatimu hanya berbobot 1-2 kg. Walau tak ada kepastian sesuatu yang kau anggap benar adalah baik adanya. Tapi keyakinan yang kuat mampu mengalahkan apapun yang ada dalam deret “mempengaruhimu” itulah prinsip. Walaupun memang “mempengaruhi” disini tak selamanya bersifat jelek. Naah..di sinilah eksistensi fungsi hati sebagai penetral toksin lahir batin mulai dipergunakan.
Apakah kita sudah menggunakan hati saat menjawab semua pertanyaan ibu??
Tanyalah pada hatimu
Terkadang beberapa pertanyaan membuat kita sedikit terganggu termasuk dalam kasus ini, saya akui sering sekali berfikir mengapa orang-orang terkadang ingin tahu sesuatu tentang saya (maklum..tipikal saya memang tertutup kecuali pada seseorang yang sudah saya percaya) –jadi curcol begieu:p
Secara teori psikologi kita biasanya hanya mengatakan 40% apa yang kita rasakan dan pikirkan, dan 60% lainnnya hanya menjadi rahasia sendiri. Yaa..Rahasia, inilah kata kuncinya. Banyak cerita yang cukup kita simpan sendiri. 
Bicara lagi tentang ibu, walau se-tidak peduli-nya ibu terhadap kita tapi sebenarnya beliau-beliau itu selalu mengharapkan cerita yang kita bawa dari sekolah, kampus atau tempat kita menghabiskan hari untuk bermain. Ada rasa-rasa tertentu yang mereka ingin kecap dan berhubungan dengan identitasnya sebagai ibu. Ada ruang tersendiri yang ingin ia bangun antara kita dan dia, antara ibu dan anak, seperti ruang (rahim) yang ia sediakan dulu untuk kita. Semacam pemberian konseling dan ceramah-ceramah kecil yang biasa kita anggap membosankan. Yang sering kita anggap tak perlu.
Tapi kini saya rindu diceramahinya, rindu di kritik karena masakan eksperimen saya terlalu asin atau malah tak berrasa sama sekali,rindu ketika saya di suruh nyetrika baju yang menggunung dan setelahnya saya minta dikeroki. Saya rindu saat saya di sini sakit dan tak ada yang mengingatkan saya minum obat, membuatkan saya bubur rasa tawar. Dan kepanikannya ketika tiba-tiba perut saya sulit menerima secuilpun makanan, mulai menembakkan amunisi andalannya seperti sebotol air panas sebagai kompres, minyak kayu putih,air perasaran kunir, air perasan daun duren lalu selimut besar nan berat yang berhasil membuat saya agak terbebas dari meriang dan kemudian dada saya sesak sekarang  (yeeh curcol lagi).
Saya jadi teringat komentar teman-teman tentang tulisan-tulisan saya yang lebih menitikberatkan pada sosok ibu..terus Bapaknya mana??
Tenang..disini saya juga menghadirkan Bapak...
Cinta saya pada Ibu dan Bapak 100:100, sama besarnya bila ditakar sama panjangnya bila diukur..
Bapak adalah laki-laki idola saya, disamping ganteng, keren, pinter masak (saya aja kalah, memalukan~.~) trus baik bangeut  (hha..promosi siga ka kabogoh ue) jelas dong..orang di rumah saya yang ganteng cuma beliau -nyengir kuda mode on -
Teman-teman yang pernah main ke rumah, dan kebetulan bertemu Bapak saya bilang beliau itu mirip orang Arab lah, orang India lah, haduuh aya-aya wae puguh orang Sunda tulen. Dan yang membuat saya kagum pada beliau adalah kesetiaannya pada Ibu (mamah), -cieeeh J-
Saya selalu memberikan perhatian-perhatian kecil pada beliau karena sifatnya yang pendiam tapi konyol bisa membuat saya awet budak. Nama beliau yang berarti matahari menjadikannya sebagai salah satu penerang kebingungan saya dalam setiap kegelapan yang saya temui. Saya wajib ingat hari ulang tahunnya, karena tepat pada tanggal dan bulan yang sama dengan kelahiran saya, kereeen (hha biasa aja xp)
Bapak adalah contoh hidup dimana figur pemimpin ada di situ, dan saya yakin hampir semua anak merasakan hal itu.
Bapak itu bukan pilihan, saya tak pernah memilih bapak sewaktu lahir –jelas itu-.  Ia juga tidak dapat dibeli dengan uang (tak ada diskon pembelian ayah) atau diganti yang baru jika terpaksa pun paling banter menjadi ayah tiri dan tak bakal jadi ayah asli. Tak ada bekas ayah atau bekas anak. Itu sudah menjadi ketetapan Allah, ya terima saja tak ada alasan untuk iri dan membanding-bandingkan sosok ayah kita dengan punya orang lain. Tiap ayah punya karateristik sendiri, dan semuanya sudah dijodohkan dengan sifat anaknya masing-masing (beneran deh-.-v)
Tak banyak yang tahu kapan tepatnya hari Ayah (termasuk saya *.~), tapi biasanya di berbagai negara Father’s day diperingati pada hari minggu di pekan ke tiga bulan Juni dan mulai dirayakan awal abad ke-12, di beberapa negara Eropa dan Timteng hari laki-laki internasional di peringati tanggal 19 November. Dan di Indonesia walaupun tak sepopuler hari ibu hari ayah diperingati pada tanggal 12 November. Terlepas dari sejarah ditetapkannya hari ayah memang perlu ada apresiasi tentang itu, tapi bagi saya tiap hari adalah hari untuk ibu maupun ayah, selalu.
Ada sebuah artikel yang sedikit menggelitik neuron-neuron kantong penyimpanan kata-kata saya, dari wongbagoes.net saya sadur beberapa bagian, berniat untuk memparalelkan deskripsi seorang ayah dimata segelintir orang dan mengena dengan apa yang pernah atau akan kita alami, siapa tau??
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun- dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,tapi dia tidak ingin membiarkan kamu membiarkannya menang ketika kamu besar.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu mengandungmu, tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah selalu senang membuatmu menyelesaikan PR. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati. Ayah paling  tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
AYAH ITU MURAH HATI...ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberi apa yang kamu butuhkan. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.
Ia selalu berfikir,bekerja keras untuk membayar spp-mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
Ayah akan berkata , “tanyakan saja pada ibumu”. Ketika ia ingin berkata “tidak”. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya. Ayah lebih bangga pada prestasimu daripada prestasinya sendiri. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu merantau meninggalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
Ayah mengira seratus adalah tip...seribu adalah uang saku, gaji pertamamu terlalu besar untuknya. Ayah tidak suka meneteskan airmata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (sst..tapi sekali lagi bukan menangis).
Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu, ketika kau mimpi akan dibunuh monster. Tapi ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Kalau tidak salah ayah pernah berkata : “kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya di pasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya, begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
Untuk masa depan anak lelakinya, Ayah berpesan : “jadilah lebih kuat dan tegar daripada ku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang telak ku beri padamu”
Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan : “ jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi ayah di hatimu”
Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu. Ayah bisa membuatmu percaya diri. Karena ia percaya padamu. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik. Dan yang terpenting adalah ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.
Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tetes “air mata laki-laki” yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku khianati. Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan jazakallah bil jannah, semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah beri, semoga...”
(forward: sebuah blog poenya Zahra).   
Karena kita calon Ibu dan atau calon Bapak, mau tidak mau kita nanti berhadapan dengan situasi-situasi baru nan mengejutkan tiap hari, menghadapi anak-anak spesies kita, mungkin saja sejarah kita terulang kembali kita ditakdirkan melihat diri kita kembali pada sosok anak-anak kita kelak (beuh..pikiranna jauh pisan nya, garila dotkodotaidi >.<)
Intermezzo : Untuk Rumah (bisi sisirikan xp)=> Walau bagaimanapun itu rumahku, rumah yang sejuk, asri, nyaman, tenang dan hangat...
Walau banyak retak-retak dimakan usia karena anggarannya masuk ke jatah SPP-ku, tapi aku tetap rindukan suasananya, kamar yang penuh tempelan rumus dan gambar-gambar aneh juga koleksi grafiti menggelikan khas anak kecil. Biar itu menjadi saksi sejarah seperti prasasti bahwa dulu si gadis kecil bernama Tita ini sangat senang mengeksplor kemampuan seninya yang cukup membuat orang-orang rumah geleng-geleng kepala,ckck.. tulisan konyol, dan atau gambar behel di gigi model-model iklan pasta gigi yang memenuhi majalah-majalah tua yang membuatku cukup terhibur ketika sedang dirundung BeTe berat dan kebetulan membuka-buka majalah lusuh itu.
Ku kira kamarku penuh debu, setelah selama masuk bangku SMA hingga saat ini jarang kutempati. Tapi ternyata walau penghuninya tengah merantau dan jarang sekali terlelap di sana, tapi ternyata rapinya bukan main, ibuku selalu siap sedia membabat habis debu-debu yang berani nemplok di kamar kecil itu. Terima kasih atas semua yang kau berikan meski aku belum memintanya, atas semua jawabmu meski aku belum sempat bertanya, atas setiap tuntunanmu meski aku belum mulai melangkah.
 Hati kita terlalu berharga untuk sekadar menjadi objek saja...
Dengan mengambil pelajaran dari ini semoga menjadikan hati kita lebih “mahal” daripada ati ayam ataupun ati sapi, Semoga. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar