Harga
Seonggok Hati
(Ibu
Sebagai Wanita Part 3 bersama Ayah disampingnya)
Hati:
kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan,
tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai
alat eksresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara
memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan
asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa
racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. (wikipedia Indonesia)
Hati:
pengaruh terbesar tempat mengatur segala molekul perasaan. Menata segala bentuk
keinginan yang ter-integrasi dan ter-interkoneksi dengan sensorik, motorik dan
konektor yang berbuah perilaku. Tempat dimana manusia lebih bisa mengambil
pelajaran dari apa yang Penciptanya sajikan untuknya di belahan bumi ini. (ngarang
sendiri)
Hati
manusia jauh lebih mahal dari hati sapi ataupun ayam...(ya iyalaaah...).
kenapa?? Karena ia diberi andil untuk hadir dalam suatu pengambilan keputusan
dan memantapkan suatu pilihan. Saat sesuatu diluar dari kebiasaan membuat hati
kita belajar bagaimana menyikapinya, saat pikiran kita bersikeras itu tak masuk
akal disinilah hatimu bicara bahasa kehidupan. Berbesar hati walaupun hatimu
hanya berbobot 1-2 kg. Walau tak ada kepastian sesuatu yang kau anggap benar
adalah baik adanya. Tapi keyakinan yang kuat mampu mengalahkan apapun yang ada
dalam deret “mempengaruhimu” itulah prinsip. Walaupun memang “mempengaruhi”
disini tak selamanya bersifat jelek. Naah..di sinilah eksistensi fungsi hati
sebagai penetral toksin lahir batin mulai dipergunakan.
Apakah kita sudah
menggunakan hati saat menjawab semua pertanyaan ibu??
Tanyalah pada hatimu
Terkadang beberapa
pertanyaan membuat kita sedikit terganggu termasuk dalam kasus ini, saya akui
sering sekali berfikir mengapa orang-orang terkadang ingin tahu sesuatu tentang
saya (maklum..tipikal saya memang tertutup kecuali pada seseorang yang sudah
saya percaya) –jadi curcol begieu:p
Secara teori psikologi kita
biasanya hanya mengatakan 40% apa yang kita rasakan dan pikirkan, dan 60%
lainnnya hanya menjadi rahasia sendiri. Yaa..Rahasia, inilah kata kuncinya.
Banyak cerita yang cukup kita simpan sendiri.
Bicara lagi tentang
ibu, walau se-tidak peduli-nya ibu terhadap kita tapi sebenarnya beliau-beliau
itu selalu mengharapkan cerita yang kita bawa dari sekolah, kampus atau tempat
kita menghabiskan hari untuk bermain. Ada rasa-rasa tertentu yang mereka ingin
kecap dan berhubungan dengan identitasnya sebagai ibu. Ada ruang tersendiri
yang ingin ia bangun antara kita dan dia, antara ibu dan anak, seperti ruang
(rahim) yang ia sediakan dulu untuk kita. Semacam pemberian konseling dan
ceramah-ceramah kecil yang biasa kita anggap membosankan. Yang sering kita
anggap tak perlu.
Tapi
kini saya rindu diceramahinya, rindu di kritik karena masakan eksperimen saya
terlalu asin atau malah tak berrasa sama sekali,rindu ketika saya di suruh
nyetrika baju yang menggunung dan setelahnya saya minta dikeroki. Saya rindu
saat saya di sini sakit dan tak ada yang mengingatkan saya minum obat,
membuatkan saya bubur rasa tawar. Dan kepanikannya ketika tiba-tiba perut saya
sulit menerima secuilpun makanan, mulai menembakkan amunisi andalannya seperti
sebotol air panas sebagai kompres, minyak kayu putih,air perasaran kunir, air
perasan daun duren lalu selimut besar nan berat yang berhasil membuat saya agak
terbebas dari meriang dan kemudian dada saya sesak sekarang (yeeh curcol lagi).
Saya jadi teringat
komentar teman-teman tentang tulisan-tulisan saya yang lebih menitikberatkan
pada sosok ibu..terus Bapaknya mana??
Tenang..disini saya
juga menghadirkan Bapak...
Cinta saya pada Ibu dan
Bapak 100:100, sama besarnya bila ditakar sama panjangnya bila diukur..
Bapak adalah laki-laki
idola saya, disamping ganteng, keren, pinter masak (saya aja kalah, memalukan~.~)
trus baik bangeut (hha..promosi siga ka
kabogoh ue) jelas dong..orang di rumah saya yang ganteng cuma beliau -nyengir
kuda mode on -
Teman-teman yang pernah
main ke rumah, dan kebetulan bertemu Bapak saya bilang beliau itu mirip orang
Arab lah, orang India lah, haduuh aya-aya wae puguh orang Sunda tulen. Dan yang
membuat saya kagum pada beliau adalah kesetiaannya pada Ibu (mamah), -cieeeh J-
Saya selalu memberikan
perhatian-perhatian kecil pada beliau karena sifatnya yang pendiam tapi konyol
bisa membuat saya awet budak. Nama beliau yang berarti matahari menjadikannya
sebagai salah satu penerang kebingungan saya dalam setiap kegelapan yang saya
temui. Saya wajib ingat hari ulang tahunnya, karena tepat pada tanggal dan
bulan yang sama dengan kelahiran saya, kereeen (hha biasa aja xp)
Bapak adalah contoh
hidup dimana figur pemimpin ada di situ, dan saya yakin hampir semua anak
merasakan hal itu.
Bapak itu bukan
pilihan, saya tak pernah memilih bapak sewaktu lahir –jelas itu-. Ia juga tidak dapat dibeli dengan uang (tak
ada diskon pembelian ayah) atau diganti yang baru jika terpaksa pun paling
banter menjadi ayah tiri dan tak bakal jadi ayah asli. Tak ada bekas ayah atau
bekas anak. Itu sudah menjadi ketetapan Allah, ya terima saja tak ada alasan
untuk iri dan membanding-bandingkan sosok ayah kita dengan punya orang lain.
Tiap ayah punya karateristik sendiri, dan semuanya sudah dijodohkan dengan
sifat anaknya masing-masing (beneran deh-.-v)
Tak banyak yang tahu
kapan tepatnya hari Ayah (termasuk saya *.~), tapi biasanya di berbagai negara
Father’s day diperingati pada hari minggu di pekan ke tiga bulan Juni dan mulai
dirayakan awal abad ke-12, di beberapa negara Eropa dan Timteng hari laki-laki
internasional di peringati tanggal 19 November. Dan di Indonesia walaupun tak
sepopuler hari ibu hari ayah diperingati pada tanggal 12 November. Terlepas
dari sejarah ditetapkannya hari ayah memang perlu ada apresiasi tentang itu,
tapi bagi saya tiap hari adalah hari untuk ibu maupun ayah, selalu.
Ada sebuah artikel yang
sedikit menggelitik neuron-neuron kantong penyimpanan kata-kata saya, dari wongbagoes.net saya sadur beberapa
bagian, berniat untuk memparalelkan deskripsi seorang ayah dimata segelintir
orang dan mengena dengan apa yang pernah atau akan kita alami, siapa tau??
Ayah ingin anak-anaknya
punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit
kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun- dan (tapi) selalu membutuhkan
kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu
mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam
permainan ketika kamu masih kecil,tapi dia tidak ingin membiarkan kamu
membiarkannya menang ketika kamu besar.
Ayah selalu sedikit
sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka
karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
Ayah mulai merencanakan
hidupmu ketika tahu bahwa ibumu mengandungmu, tapi begitu kamu lahir, ia mulai
membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun
bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil.
Ayah mungkin tidak tahu
jawaban segala sesuatu tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah selalu senang
membuatmu menyelesaikan PR. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata
teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi. Ayah lambat mendapat teman, tapi
dia bersahabat seumur hidup. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi
ia sukar meminta bantuan. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih
muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah sangat senang
kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam
remangnya lilin karena lampu mati. Ayah paling
tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi
tidak takut. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu
dibahunya ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan
memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu
kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia
tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan
rasa tidak setujunya.
AYAH ITU MURAH
HATI...ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberi apa yang kamu
butuhkan. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara.
Ia selalu berfikir,bekerja
keras untuk membayar spp-mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah
membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya. Ayah mengangkat beban
berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
Ayah akan berkata ,
“tanyakan saja pada ibumu”. Ketika ia ingin berkata “tidak”. Ayah mengatakan,
tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang
kamu harapkan.
Pujian terbaik bagi
seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti
caranya. Ayah lebih bangga pada prestasimu daripada prestasinya sendiri. Ayah
hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu merantau meninggalkan rumah,
karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa
melepaskannya.
Ayah mengira seratus
adalah tip...seribu adalah uang saku, gaji pertamamu terlalu besar untuknya.
Ayah tidak suka meneteskan airmata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu
menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari
matanya (sst..tapi sekali lagi bukan menangis).
Ketika kamu masih
kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu, ketika kau mimpi akan
dibunuh monster. Tapi ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama
hampir satu bulan.
Kalau tidak salah ayah
pernah berkata : “kalau kau ingin
mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya di
pasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya, begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin
mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya”
Untuk masa depan anak
lelakinya, Ayah berpesan : “jadilah
lebih kuat dan tegar daripada ku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita
yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang telak ku beri padamu”
Dan untuk masa depan
anak gadisnya ayah berpesan : “ jangan
cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Laki-laki yang lebih bisa melindungimu
melebihi perlindungan ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi ayah di
hatimu”
Ayah bersikeras, bahwa
anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu. Ayah bisa
membuatmu percaya diri. Karena ia percaya padamu. Ayah tidak mencoba menjadi
yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik. Dan yang
terpenting adalah ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah, bahkan
dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena
diapun mencintaimu karena cintaNya.
Jazakallah bil jannah
untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat
kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau
merindukanku, untuk tetes “air mata laki-laki” yang begitu mahal ketika kau
khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku khianati. Tak
akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan jazakallah bil jannah,
semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan
syurga yang Allah beri, semoga...”
(forward: sebuah blog
poenya Zahra).
Karena
kita calon Ibu dan atau calon Bapak, mau tidak mau kita nanti berhadapan dengan
situasi-situasi baru nan mengejutkan tiap hari, menghadapi anak-anak spesies
kita, mungkin saja sejarah kita terulang kembali kita ditakdirkan melihat diri
kita kembali pada sosok anak-anak kita kelak (beuh..pikiranna jauh pisan nya,
garila dotkodotaidi >.<)
Intermezzo :
Untuk Rumah (bisi sisirikan xp)=> Walau bagaimanapun itu rumahku, rumah yang
sejuk, asri, nyaman, tenang dan hangat...
Walau banyak retak-retak dimakan usia karena anggarannya
masuk ke jatah SPP-ku, tapi aku tetap rindukan suasananya, kamar yang penuh
tempelan rumus dan gambar-gambar aneh juga koleksi grafiti menggelikan khas
anak kecil. Biar itu menjadi saksi sejarah seperti prasasti bahwa dulu si gadis
kecil bernama Tita ini sangat senang mengeksplor kemampuan seninya yang cukup
membuat orang-orang rumah geleng-geleng kepala,ckck.. tulisan konyol, dan atau
gambar behel di gigi model-model iklan pasta gigi yang memenuhi majalah-majalah
tua yang membuatku cukup terhibur ketika sedang dirundung BeTe berat dan
kebetulan membuka-buka majalah lusuh itu.
Ku kira kamarku penuh debu,
setelah selama masuk bangku SMA hingga saat ini jarang kutempati. Tapi ternyata
walau penghuninya tengah merantau dan jarang sekali terlelap di sana, tapi
ternyata rapinya bukan main, ibuku selalu siap sedia membabat habis debu-debu
yang berani nemplok di kamar kecil itu. Terima kasih atas semua yang kau
berikan meski aku belum memintanya, atas semua jawabmu meski aku belum sempat
bertanya, atas setiap tuntunanmu meski aku belum mulai melangkah.
Hati
kita terlalu berharga untuk sekadar menjadi objek saja...
Dengan mengambil
pelajaran dari ini semoga menjadikan hati kita lebih “mahal” daripada ati ayam
ataupun ati sapi, Semoga. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar