Media Pembelajaran PAI
(Radio dan Rekaman)
(Radio dan Rekaman)
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengembangan Media PAI
Pengembangan Media PAI
Dosen Pengampu : Dr. Sukiman S.Ag M.Pd
Disusun Oleh :
Irfan Yanuar Arifin 10411003
Millati Islamiyah 10411025
Tita Prawesti 10411034
Kelompok VIII
5-PAI A
Irfan Yanuar Arifin 10411003
Millati Islamiyah 10411025
Tita Prawesti 10411034
Kelompok VIII
5-PAI A
Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Proses
pendidikan/pembelajaran pada dasarnya identik dengan sebuah komunikasi. Dalam
proses komunikasi terdapat komponen-komponen yang terlibat di dalamnya, yaitu
sumber pesan, pesan, penerima pesan, media, dan umpan balik. Agar proses
belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, peserta didik sebaiknya diajak
untuk memanfaatkan semua alat indranya. Guru berupaya untuk menampilkan
rangsangan (stimulus) yangdapat diproses dengan berbagai alat indera.
Dalam
pembahasan kali ini, kami akan lebih fokus pada media penyaluran pesan melalui
indera pendengaran atau yang kita kenal pula dengan media pembelajaran berbasis
audio. Dalam media audio ini berkaitan dengan indera pendengaran, di mana pesan
yang disampaikan ditunagkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke
dalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal. Media yang digunakan
adalah radio dan rekaman, sebuah tantangan di era ICT yang semakin maju ini,
agar PAI bukan hanya sebatas membahas cerita romantisme masa lalu tapi juga
berwawasan ke depan. Bagiamana guru PAI menyampaikan pembelajaran PAI dengan
menarik dan pesan inti dari materi pembelajaran pun tersampaikan dengan efektif.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan radio?
2.
Apa yang
dimaksud dengan rekaman?
3.
Bagaimana
pembelajaran PAI dengan menggunakan media radio?
4.
Bagaimana
pembelajaran PAI dengan menggunakan media rekaman?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan radio
2.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan rekaman
3.
Untuk
mengetahui penerapan media radio dalam pembelajaran PAI
4.
Untuk
mengetahui penerapan media rekaman dalam pembelajaran PAI
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Radio
Radio merupakan
salah satu produk hasil dari kemajuan di bidang IPTEK, yakni merupakan
perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang
bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa
penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya[1]. Dalam
Wikipedia, radio diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk pengiriman
sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang
elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga
merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak
memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara)[2].
Undang-undang
Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio
merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran dan
merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan
ranah publik dan sumber daya alam terbatas . Seperti spektrum elektromagnetik
yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per
detik (atau setara dengan kecepatan cahaya). Perlu diperhatikan bahwa gelombang
radio berbeda dengan gelombang audio.
Gelombang radio
merambat pada frekuensi 100.000 Hz sampai 100.000.000.000 Hz, sementara
gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20000hz. Pada siaran
radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan
pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode
transmisi gelombang audio, yaitu modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi
(FM).
Revolusi bentuk
radio dari masa ke masa
Radio model
lama[3]
|
Radio model
baru[4]
|
Radio model
digital[5]
|
Awalnya sinyal
pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik
melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode
pengiriman sinyal ini disebut analog. Seiring perkembangan teknologi
ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi
sinyal radio[6].
Radio internet
dikenal juga dengan sebutan web radio, e-radio dan radio streaming
menggunakan prinsip kerja mentransmisikan gelombang suara lewat internet.
Kemudian radio satelit yang mentransmisikan gelombang audio menggunakan sinyal
digital, jangkauannya lebih luas tetapi hanya bisa diterima di tempat terbuka,
sistemnya komersil karena perangkat yang digunakan relatif mahal. Pelanggan
harus berlangganan seperti halnya TV satelit, banyak dipromosikan untuk radio
mobil. Radio digital lainnya adalah jenis radio berdefinisi tinggi (HD Radio)
yang prinsipnya menggabungkan sistem analog dengan digital. Kualitas suranya
jernih seperti radio satelit, layanan yang ditawarkan gratis namun pendengar
juga harus memiliki perangkat khusus yang dapat menangkap sinyal digital[7].
B.
Pengertian Rekaman
Rekaman berasal
dari kata rekam yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 737 berarti
alur-alur bunyi (suara) pada piringan hitam, dan sebagainya. Rekaman berarti
sesuatu yang direkam dapat berupa suara, gambar, atau cetakan dan sebagainya.
Namun pada pembahasan ini hanya mencakup rekaman audio.
Peralatan media
rekaman audio telah mengalami perkembangan sedemikian rupa dari waktu ke waktu.
Dalam tulisan Indra Azis dijelaskan tahapan-tahapan perkembangan media rekaman
setidaknya telah mengalami empat fase, yaitu:
a)
Gramaphone
b)
Tape
Recording
Kaset tape recording adalah alat perekam yang menggunakan
pita dalam kaset. Pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada dalam
kotak yang disebut kaset. Pita yang digunakan untuk cassete recorder itu adalah
pita magnetik, berupa pita plastik yang tipis dan elastis. Satu sisi
permukaannya berkilat, sedangkan permukaan lainnya kusam yang mengandung
lapisan oksida besi yang magnetik[9].
c)
Multitrack
Recording
d)
Digital Recording
Berawal dari diciptakannya Compact
Disk (CD) yang berbentuk seperti cakram kecil dengan lubang di tengahnya.
Bertujuan untuk merampingkan bentuk media penyimpanan musik populer selama ini
yaitu kaset yang dirasa terlalu besar, kualitas audio yang dihasilkan pun lebih
baik.
Diikuti lahirnya VCD dan DVD yang
dapat menyimpan bentuk audio juga bentuk visual bergerak. Format audio digital
sendiri banyak sekali macamnya, seperti WAV, AAC, WMA, Ogg Vorbis, Real Audio,
MIDI dan yang populer MP3.
Alat perekam digital semakin beragam
dan praktis, misalnya:
Generasi selanjutnya Portable
Digital Recorder semakin beragam dan semakin
ramping, hingga berukuran bolpen dan
sudah dilengkapi USB dan kamera.
|
C.
Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Media Radio
Radio bisa dijadikan sarana penunjang pendidikan, peranan
media radio dalam kegiatan pembelajaran bisa berperan sebagai suatu kegiatan
yang mandiri atau melengkapi media utama lainnya, ataupun sebagai media utama
yang dibantu dengan media-media lainnya atau bersama-sama dengan media lainnya[14]. Siaran
radio juga bisa digunakan sebagai salah satu sistem belajar jarak jauh.
Acara
siaran radio dari segi pemanfaatanya sebagai media pembelajaran dibagi menjadi
dua, yaitu acara yang sejak awal dirancang untuk keperluan pembelajaran (by
design) dan acara siaran yang bersifat umum tapi dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan kegiatan pembelajaran (by utilization)[15].
|
Radio Bimbingan Belajar
ESPANSA 89,4 FM SMP Negeri 8 Salatiga[1]
|
Alternatif lain
apabila sekolah tidak memiliki studio radio sendiri, guru bisa menugaskan murid
untuk datang ke sebuah radio (misalnya radio muslim Yogyakarta 107,8 FM) dan
melihat secara langsung proses siaran, di sini siswa memiliki pengalaman dan
pengetahuan baru tentang broadcasting,
siswa diharapkan terlibat menjadi bagian dari proses siaran tersebut,
dan setelah itu siswa ditugaskan untuk menuliskan hasil siarannya dan
kesan-kesan selama menjadi penyiar radio.
Cara lain dalam
penggunaan media radio dalam pembelajaran PAI adalah guru memberikan pekerjaan
rumah (PR) untuk meresume ceramah atau siraman rohani di sebuah radio (misalnya
radio muslim 107,8 Yogyakarta). Kemudian dalam pembelajaran selanjutnya guru
bisa menerapkan strategi in the news (pemberitaan) dalam buku Active
Learning karya Melvin L. Silberman halaman 190. Dengan memadukannya dengan
metode diskusi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendiskusikan hasil
dari PR resume terhadap ceramah yang mereka dengarkan di rumah, siswa memilih
tema yang paling menarik dan perwakilan kelompok maju melaporkan hasil diskusi
tersebut. Guru memberikan reward pada kelompok yang paling komunikatif
dalam penyampaian hasil diskusi dengan tujuan menambah motivasi belajar PAI.
Proses pembelajaran
dengan menggunakan media radio ini memiliki kelebihan maupun kelemahan, yaitu:
a.
Menurut
Koyo K,dkk, kelebihan media radio adalah, (1) Harganya relatif murah dibanding
TV, (2) Dapat dipindah-pindah dari satu ruangan ke ruangan lain dengan mudah (mobile),
(3) Radio dapat direkam dan diputar kembali apabila didengarkan dari tape
recorder, (4) Dapat mengembangkan imajinasi anak, (5) merangsang
partisipasi aktif dari para pendengar, (6) Memusatkan perhatian peserta didik pada
kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya, (7) Radio dapat mengerjakan
hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan
oleh guru, (8) Dapat mengatasi ruang dan waktu, serta jangkauannya yang luas.
b.
Kekuarangan
media radio adalah (1) Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way
communication), (2) Biasanya siaran disentralisisr sehingga guru tidak
dapat mengontrolnya, (3) Penjadwalan pelajaran dari siaran sering menimbulkan
masalah, integrasi siaran radio ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas sering
kali menyulitkan.
D.
Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Media Rekaman
Rekaman bisa dijadikan sarana penunjang pendidikan, dalam
pembelajaran pesan dan isi pelajaran dapat direkam pada tape magnetik atau
media digital sehingga hasil rekaman dapat diputar kembali pada saat yang
diinginkan. Pesan dan isi pelajaran itu dimaksudkan untuk merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sebagai upaya mendukung
terjadinya proses belajar[16].
Pembelajaran PAI dengan memanfaatkan media rekaman, misalnya dalam
pembahasan materi pelajaran Al-qur’an dan hukum bacaannya (tajwid), dengan
indikator pencapaian siswa mampu mengidentifikasi hukum mim mati. Guru membagikan
kertas berisikan ayat Al-Qur’an (misalnya Al-Fatihah) kemudian memutarkan
rekaman pembacaan Al-Qur’an tersebut. Siswa memperhatikan kemudian
mengidentifikasi dengan cara menggarisbawahi lafadz mana saja yang termasuk
hukum bacaan mim mati, misalnya digarisbawahi pada lafadz ßôJysø9$# dan ditulis
keterangan bahwa hukum bacaannya adalah idhar safawi (karena terdengar jelas
dalam pengucapannya) di bagian bawah lembar kertas tersebut.
Penggunaan media rekaman ini juga dapat diterapkan dengan strategi
pembelajaran aktif yang diadaptasi dari strategi Melvin L.Silberman dalam
bukunya Active Learning halaman 138 yakni Video Critic (Menjadi
kritikus tayangan video), berhubung media yang digunakan adalah rekaman audio
maka bisa dimodifikasi menjadi strategi ‘menjadi kritikus rekaman ceramah’.
Guru memberikan PR kepada siswa secara berkelompok untuk merekam ceramah di
pengajian ataupun mewawancarai ustadz dengan menggunakan alat rekam pita kaset
atau digital recorder. Siswa ditugaskan untuk membuat hasil laporan dari
inti-inti ceramah atau interview narasumber tersebut. Yang kemudian pada
pelajaran selanjutnya dapat diperdengarkan hasil rekaman yang telah dibuat
beserta presentasi mengenai inti-inti isi rekaman. Kelompok yang lain bertanya
atau mengkritisi apa yang dipresentasikan oleh kelompok yang maju.
Sebagaimana media pembelajaran lainnya, media rekaman juga memiliki
kelebihan dan kelemahan, diantaranya:
a.
Kelebihannya
menurut Arief Sadiman, dkk, (1) Peralatannya telah lumrah dalam rumah tangga,
sekolah, mobil, bahkan kantongan (walkman, MP3), (2) Dapat digandakan, (3)
Merekam peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian, atau merekam pekerjaan
siswa, (4) Sebagai alat diagnosis guna membantu meningkatkan keterampilan
mengucapkan, membaca, mengaji atau berpidato, (5) Pengoperasian media reakaman
relatif mudah.
b.
Adapun
kelemahannya antara lain, (1) Dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi
suatu pesan atau informasi. Jika pesan atau informasi itu berada di
tengah-tengah pita, maka akan memakan waktu lama untuk menemukannya, apalagi
jika radio tape tidak memiliki angka-angka penuntun putaran pitanya, (2) Kecepatan merakam dan pengaturan trek yang bermacam-macam
menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu
mesin perekam yang berbeda[17].
Solusi dalam
mengoptimalkan kelebihan dan mengatasi kelemahan media radio dan rekaman adalah
guru senantiasa memberikan instruksi tugas dengan sejelas-jelasnya agar murid
mengerti apa yang dimaksud guru, guru mendampingi proses pembelajaran yang
menggunakan media radio atau rekaman agar siswa yang belum paham bisa dibantu
oleh guru dan suasana belajar tetap terkondisikan. Guru harus kreatif dan
inovatif, senantiasa dinamis dalam memadukan model-model pembelajaran yang
tepat dengan materi yang dipelajari.
Variasi-variasi pembelajaran dengan menggunakan media audio (radio
dan rekaman) semacam ini, siswa diharapkan dapat lebih aktif dan secara bebas
bisa mengembangkan dirinya khususnya dalam keterampilan mendengarkan.
Sudjana & Ahmad Rifai mengemukakan hubungan media audio dengan
pengembangan keterampilan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan
mendengarkan. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan media audio
meliputi: (a) Pemusatan perhatian dan mempertahankan perahatian, (b) Mengikuti
pengarahan, (c) Melatih daya analisis, (d) menentukan arti dari konteks, (e)
Memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan yang tidak relevan, (f)
Mereangkum, mengemukakan kembali atau mengingat kembali informasi[18].
[2]http://id.wikipedia.org/wiki/Radio dalam Sukiman,
Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hal 166
[3]http://www.portlandmercury.com/binary/1935/1306979359-1radiofreeportland.jpg
diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul
20.30 WIB
[4]http://www.cobyusa.com/files/hi_res/MPCD471_HR.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.33 WIB
[5]http://www.itechnews.net/wp-content/uploads/2010/08/REVO-AXiS-Digital-Radio-with-iPhone-iPod-Dock.jpg diakses pada tanggal 12
Oktober 2012 pukul 20.37 WIB
[6]http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_radio dalam Sukiman, Pengembangan
Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hal 170
[8]http://penemu.blogspot.com/2008/05/gramophone.html diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pada
pukul 20.09 WIB
[12]http://ecx.images-amazon.com/images/I/51SKM234Q2L._SL500_AA300_.jpg diakses pada tanggal 15 Oktober 2012
pukul 21.01 WIB
[13]http://4.bp.blogspot.com/Nx156R1r8xs/TgrahV5BfI/AAAAAAAAQY4/Bi2K45MsFdE/s1600/cassette11.jpg diakses
pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20. 39 WIB
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Radio diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk pengiriman
sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang
elektromagnetik). Macam-macam radio dimulai dari analog, internet, satelit dan
digital. Dalam pembelajaran PAI, radio bisa
digunakan sebagai media pembelajaran dengan memadukan antara strategi dan
metode belajar aktif yang menarik misalnya strategi in the news dan
metode diskusi.
Rekaman berarti sesuatu yang direkam dapat berupa suara, gambar,
atau cetakan dan sebagainya. Namun pada pembahasan ini hanya mencakup rekaman
audio. Dalam perkembangannya ada berbagai macam bentuk alat rekam yakni
gramaphone, tape recording, multitrack recording dan digital recording. Dalam
pembelajaran PAI, rekaman bisa digunakan sebagai media pembelajaran dengan
memadukan antara strategi dan metode belajar aktif yang menarik misalnya
strategi ‘menjadi kritikus rekaman ceramah’ dan metode diskusi.
Kedua media audio tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan,
solusi untuk mengoptimalkan kelebihan dan mengatasi kelemahan media radio dan
rekaman adalah guru senantiasa jelas dalam pemberikan instruksi tugas,
mendampingi proses pembelajaran, selalu inovatif dalam memadukan model-model
pembelajaran dengan materi secara tepat. Dengan variasi belajar dengan media
audio tersebut, siswa diharapkan dapat lebih aktif dan secara bebas bisa
mengembangkan dirinya khususnya dalam keterampilan mendengarkan
B.
Saran
Semoga makalah
ini dapat memperjelas bagi kita mengenai penggunaan media audio (radio dan
rekaman). Kami selaku penulis makalah memohon saran dan kritik yang membangun
dari para pembaca sehingga makalah yang penulis susun semakin lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
antikpraveda.blogspot.com diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 20.53 WIB
http://4.bp.blogspot.com/Nx156R1r8xs/TgrahV5BfI/AAAAAAAAQY4/Bi2K45MsF dE/s1600/cassette11.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20. 39 WIB
http://ecx.images-amazon.com/images/I/51SKM234Q2L._SL500_AA300_.jpg diakses pada tanggal
15 Oktober 2012 pukul 21.01 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Radio dalam Sukiman. 2012. Pengembangan
Media Pembelajaran. Yogyakarta:
Pedagogia
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_radio dalam Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia
http://penemu.blogspot.com/2008/05/gramophone.html diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pada pukul 20.09 WIB
http://www.cobyusa.com/files/hi_res/MPCD471_HR.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.33 WIB
http://www.itechnews.net/wp-content/uploads/2010/08/REVO-AXiS-Digital
Radio-with-iPhone-iPod-Dock.jpg diakses pada
tanggal 12 Oktober 2012 pukul
20.37 WIB
http://www.portlandmercury.com/binary/1935/13069793591radiofreeportland.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.30 WIB
Silberman, L Melvin. 2011. Active Learning: 101 Cara Belajar
Siswa Aktif, cet.11.
Bandung: Penerbit Nusamedia
Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta:
Pedagogia
Usman, M. Basyiruddin dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran.
Jakarta: Ciputat Pers

Tidak ada komentar:
Posting Komentar