tita

Minggu, 16 Desember 2012

MAKALAH


Media Pembelajaran PAI
(Radio dan Rekaman)
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengembangan Media PAI
Dosen Pengampu : Dr. Sukiman S.Ag M.Pd


Disusun Oleh :
Irfan Yanuar Arifin 10411003
Millati Islamiyah        10411025
 
Tita Prawesti            10411034
Kelompok VIII
5-PAI A
Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Proses pendidikan/pembelajaran pada dasarnya identik dengan sebuah komunikasi. Dalam proses komunikasi terdapat komponen-komponen yang terlibat di dalamnya, yaitu sumber pesan, pesan, penerima pesan, media, dan umpan balik. Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, peserta didik sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat indranya. Guru berupaya untuk menampilkan rangsangan (stimulus) yangdapat diproses dengan berbagai alat indera.
Dalam pembahasan kali ini, kami akan lebih fokus pada media penyaluran pesan melalui indera pendengaran atau yang kita kenal pula dengan media pembelajaran berbasis audio. Dalam media audio ini berkaitan dengan indera pendengaran, di mana pesan yang disampaikan ditunagkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal. Media yang digunakan adalah radio dan rekaman, sebuah tantangan di era ICT yang semakin maju ini, agar PAI bukan hanya sebatas membahas cerita romantisme masa lalu tapi juga berwawasan ke depan. Bagiamana guru PAI menyampaikan pembelajaran PAI dengan menarik dan pesan inti dari materi pembelajaran pun tersampaikan dengan efektif.
B.       Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan radio?
2.      Apa yang dimaksud dengan rekaman?
3.      Bagaimana pembelajaran PAI dengan menggunakan media radio?
4.      Bagaimana pembelajaran PAI dengan menggunakan media rekaman?
C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan radio
2.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan rekaman
3.      Untuk mengetahui penerapan media radio dalam pembelajaran PAI
4.      Untuk mengetahui penerapan media rekaman dalam pembelajaran PAI

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Radio
Radio merupakan salah satu produk hasil dari kemajuan di bidang IPTEK, yakni merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya[1]. Dalam Wikipedia, radio diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara)[2].
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik dan sumber daya alam terbatas . Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik (atau setara dengan kecepatan cahaya). Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.
Gelombang radio merambat pada frekuensi 100.000 Hz sampai 100.000.000.000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20000hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).
Revolusi bentuk radio dari masa ke masa
Radio model lama[3]
Radio model baru[4]
Radio model digital[5]

Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal ini disebut analog. Seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio[6].
Radio internet dikenal juga dengan sebutan web radio, e-radio dan radio streaming menggunakan prinsip kerja mentransmisikan gelombang suara lewat internet. Kemudian radio satelit yang mentransmisikan gelombang audio menggunakan sinyal digital, jangkauannya lebih luas tetapi hanya bisa diterima di tempat terbuka, sistemnya komersil karena perangkat yang digunakan relatif mahal. Pelanggan harus berlangganan seperti halnya TV satelit, banyak dipromosikan untuk radio mobil. Radio digital lainnya adalah jenis radio berdefinisi tinggi (HD Radio) yang prinsipnya menggabungkan sistem analog dengan digital. Kualitas suranya jernih seperti radio satelit, layanan yang ditawarkan gratis namun pendengar juga harus memiliki perangkat khusus yang dapat menangkap sinyal digital[7].
B.       Pengertian Rekaman
Rekaman berasal dari kata rekam yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 737 berarti alur-alur bunyi (suara) pada piringan hitam, dan sebagainya. Rekaman berarti sesuatu yang direkam dapat berupa suara, gambar, atau cetakan dan sebagainya. Namun pada pembahasan ini hanya mencakup rekaman audio.
Peralatan media rekaman audio telah mengalami perkembangan sedemikian rupa dari waktu ke waktu. Dalam tulisan Indra Azis dijelaskan tahapan-tahapan perkembangan media rekaman setidaknya telah mengalami empat fase, yaitu:
a)      Gramaphone
  Bentuk sederhana dari record player (mesin piring hitam) yang ada sekarang ini. Cara kerjanya mempergunakan sebuah silinder yang berputar. Gramophone dan phonograph adalah sama, hanya saja gramophone adalah istilah yang lazim dipakai di Inggris sedang Phonograph adalah istilah yang lazim dipakai di Amerika Serikat[8].


b)      Tape Recording
Kaset tape recording adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset. Pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada dalam kotak yang disebut kaset. Pita yang digunakan untuk cassete recorder itu adalah pita magnetik, berupa pita plastik yang tipis dan elastis. Satu sisi permukaannya berkilat, sedangkan permukaan lainnya kusam yang mengandung lapisan oksida besi yang magnetik[9].
c)      Multitrack Recording
  Multi track recording adalah teknik perekaman dimana masing-masing instrument direkam secara bergantian.
d)     Digital Recording
Berawal dari diciptakannya Compact Disk (CD) yang berbentuk seperti cakram kecil dengan lubang di tengahnya. Bertujuan untuk merampingkan bentuk media penyimpanan musik populer selama ini yaitu kaset yang dirasa terlalu besar, kualitas audio yang dihasilkan pun lebih baik.
Diikuti lahirnya VCD dan DVD yang dapat menyimpan bentuk audio juga bentuk visual bergerak. Format audio digital sendiri banyak sekali macamnya, seperti WAV, AAC, WMA, Ogg Vorbis, Real Audio, MIDI dan yang populer MP3.
Alat perekam digital semakin beragam dan praktis, misalnya:
Salah satu alat perekam suara ke dalam bentuk CD atau DVD menggunakan BOSS BR-900CD Digital Recorder (Version 2) (BR900CD Instrument)
Portable Digital Recorder, lebih mudah untuk dibawa kemana-mana karena bentuknya yang relatif ramping dan bisa dibawa dalam saku.
Generasi selanjutnya Portable Digital  Recorder semakin beragam dan semakin ramping,  hingga berukuran bolpen dan sudah dilengkapi USB dan kamera.


C.      Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Media Radio
Radio bisa dijadikan sarana penunjang pendidikan, peranan media radio dalam kegiatan pembelajaran bisa berperan sebagai suatu kegiatan yang mandiri atau melengkapi media utama lainnya, ataupun sebagai media utama yang dibantu dengan media-media lainnya atau bersama-sama dengan media lainnya[14]. Siaran radio juga bisa digunakan sebagai salah satu sistem belajar jarak jauh.
Acara siaran radio dari segi pemanfaatanya sebagai media pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu acara yang sejak awal dirancang untuk keperluan pembelajaran (by design) dan acara siaran yang bersifat umum tapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan pembelajaran (by utilization)[15].

Radio Bimbingan Belajar ESPANSA 89,4 FM SMP Negeri 8 Salatiga[1]

Pembelajaran PAI dengan memanfaatkan media radio misalnya suatu sekolah mempunyai radio sendiri seperti di SMP Negeri 8 Salatiga.  Dalam pembahasan materi pelajaran mengenai akhlak terpuji terhadap sesama manusia, dengan indikator pencapaian siswa mampu memberikan contoh-contoh perilaku terpuji terhadap sesama, siswa ditugaskan oleh guru untuk melakukan siaran radio bergiliran di studio secara berkelompok, kelompok yang tidak sedang bertugas siaran mendengarkan di kelas dan ditugaskan untuk meresume hasil siaran teman-temannya, apabila ada pertanyaan bisa diajukan dengan interaktif melalui SMS atau telepon. Di sini siswa diharapkan mengalami suatu proses pembelajaran yang berbeda dengan demikian pesan dan makna dalam materi akhlak terpuji kepada sesama manusia dapat terus teringat oleh siswa.
Alternatif lain apabila sekolah tidak memiliki studio radio sendiri, guru bisa menugaskan murid untuk datang ke sebuah radio (misalnya radio muslim Yogyakarta 107,8 FM) dan melihat secara langsung proses siaran, di sini siswa memiliki pengalaman dan pengetahuan baru tentang broadcasting,  siswa diharapkan terlibat menjadi bagian dari proses siaran tersebut, dan setelah itu siswa ditugaskan untuk menuliskan hasil siarannya dan kesan-kesan selama menjadi penyiar radio.
Cara lain dalam penggunaan media radio dalam pembelajaran PAI adalah guru memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk meresume ceramah atau siraman rohani di sebuah radio (misalnya radio muslim 107,8 Yogyakarta). Kemudian dalam pembelajaran selanjutnya guru bisa menerapkan strategi in the news (pemberitaan) dalam buku Active Learning karya Melvin L. Silberman halaman 190. Dengan memadukannya dengan metode diskusi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendiskusikan hasil dari PR resume terhadap ceramah yang mereka dengarkan di rumah, siswa memilih tema yang paling menarik dan perwakilan kelompok maju melaporkan hasil diskusi tersebut. Guru memberikan reward pada kelompok yang paling komunikatif dalam penyampaian hasil diskusi dengan tujuan menambah motivasi belajar PAI.
Proses pembelajaran dengan menggunakan media radio ini memiliki kelebihan maupun kelemahan, yaitu:
a.       Menurut Koyo K,dkk, kelebihan media radio adalah, (1) Harganya relatif murah dibanding TV, (2) Dapat dipindah-pindah dari satu ruangan ke ruangan lain dengan mudah (mobile), (3) Radio dapat direkam dan diputar kembali apabila didengarkan dari tape recorder, (4) Dapat mengembangkan imajinasi anak, (5) merangsang partisipasi aktif dari para pendengar, (6) Memusatkan perhatian peserta didik pada kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya, (7) Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru, (8) Dapat mengatasi ruang dan waktu, serta jangkauannya yang luas.
b.      Kekuarangan media radio adalah (1) Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication), (2) Biasanya siaran disentralisisr sehingga guru tidak dapat mengontrolnya, (3) Penjadwalan pelajaran dari siaran sering menimbulkan masalah, integrasi siaran radio ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas sering kali menyulitkan.
D.      Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Media Rekaman
Rekaman bisa dijadikan sarana penunjang pendidikan, dalam pembelajaran pesan dan isi pelajaran dapat direkam pada tape magnetik atau media digital sehingga hasil rekaman dapat diputar kembali pada saat yang diinginkan. Pesan dan isi pelajaran itu dimaksudkan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar[16].
Pembelajaran PAI dengan memanfaatkan media rekaman, misalnya dalam pembahasan materi pelajaran Al-qur’an dan hukum bacaannya (tajwid), dengan indikator pencapaian siswa mampu mengidentifikasi hukum mim mati. Guru membagikan kertas berisikan ayat Al-Qur’an (misalnya Al-Fatihah) kemudian memutarkan rekaman pembacaan Al-Qur’an tersebut. Siswa memperhatikan kemudian mengidentifikasi dengan cara menggarisbawahi lafadz mana saja yang termasuk hukum bacaan mim mati, misalnya digarisbawahi pada lafadz ßôJysø9$# dan ditulis keterangan bahwa hukum bacaannya adalah idhar safawi (karena terdengar jelas dalam pengucapannya) di bagian bawah lembar kertas tersebut.
Penggunaan media rekaman ini juga dapat diterapkan dengan strategi pembelajaran aktif yang diadaptasi dari strategi Melvin L.Silberman dalam bukunya Active Learning halaman 138 yakni Video Critic (Menjadi kritikus tayangan video), berhubung media yang digunakan adalah rekaman audio maka bisa dimodifikasi menjadi strategi ‘menjadi kritikus rekaman ceramah’. Guru memberikan PR kepada siswa secara berkelompok untuk merekam ceramah di pengajian ataupun mewawancarai ustadz dengan menggunakan alat rekam pita kaset atau digital recorder. Siswa ditugaskan untuk membuat hasil laporan dari inti-inti ceramah atau interview narasumber tersebut. Yang kemudian pada pelajaran selanjutnya dapat diperdengarkan hasil rekaman yang telah dibuat beserta presentasi mengenai inti-inti isi rekaman. Kelompok yang lain bertanya atau mengkritisi apa yang dipresentasikan oleh kelompok yang maju.
Sebagaimana media pembelajaran lainnya, media rekaman juga memiliki kelebihan dan kelemahan, diantaranya:
a.       Kelebihannya menurut Arief Sadiman, dkk, (1) Peralatannya telah lumrah dalam rumah tangga, sekolah, mobil, bahkan kantongan (walkman, MP3), (2) Dapat digandakan, (3) Merekam peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian, atau merekam pekerjaan siswa, (4) Sebagai alat diagnosis guna membantu meningkatkan keterampilan mengucapkan, membaca, mengaji atau berpidato, (5) Pengoperasian media reakaman relatif mudah.
b.      Adapun kelemahannya antara lain, (1) Dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informasi. Jika pesan atau informasi itu berada di tengah-tengah pita, maka akan memakan waktu lama untuk menemukannya, apalagi jika radio tape tidak memiliki angka-angka penuntun putaran pitanya, (2) Kecepatan  merakam dan pengaturan trek yang bermacam-macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam yang berbeda[17].
Solusi dalam mengoptimalkan kelebihan dan mengatasi kelemahan media radio dan rekaman adalah guru senantiasa memberikan instruksi tugas dengan sejelas-jelasnya agar murid mengerti apa yang dimaksud guru, guru mendampingi proses pembelajaran yang menggunakan media radio atau rekaman agar siswa yang belum paham bisa dibantu oleh guru dan suasana belajar tetap terkondisikan. Guru harus kreatif dan inovatif, senantiasa dinamis dalam memadukan model-model pembelajaran yang tepat dengan materi yang dipelajari.
Variasi-variasi pembelajaran dengan menggunakan media audio (radio dan rekaman) semacam ini, siswa diharapkan dapat lebih aktif dan secara bebas bisa mengembangkan dirinya khususnya dalam keterampilan mendengarkan.
Sudjana & Ahmad Rifai mengemukakan hubungan media audio dengan pengembangan keterampilan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan media audio meliputi: (a) Pemusatan perhatian dan mempertahankan perahatian, (b) Mengikuti pengarahan, (c) Melatih daya analisis, (d) menentukan arti dari konteks, (e) Memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan yang tidak relevan, (f) Mereangkum, mengemukakan kembali atau mengingat kembali  informasi[18].




                [1]M. Basyiruddin Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal 83
                [2]http://id.wikipedia.org/wiki/Radio dalam Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hal 166
                [3]http://www.portlandmercury.com/binary/1935/1306979359-1radiofreeportland.jpg   diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.30 WIB
                [4]http://www.cobyusa.com/files/hi_res/MPCD471_HR.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.33 WIB
                [5]http://www.itechnews.net/wp-content/uploads/2010/08/REVO-AXiS-Digital-Radio-with-iPhone-iPod-Dock.jpg  diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.37 WIB
                [6]http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_radio   dalam Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hal 170
                [7] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hal 170-175
                [8]http://penemu.blogspot.com/2008/05/gramophone.html  diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pada pukul 20.09 WIB
                [9] Ibid, M. Basyarudin Usman dan Asnawir, Media..., hal 90 
                [10] antikpraveda.blogspot.com  diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 20.53 WIB
                [11]www.kaskus.co.id diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 20.56 WIB
                [12]http://ecx.images-amazon.com/images/I/51SKM234Q2L._SL500_AA300_.jpg diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 21.01 WIB
                [13]http://4.bp.blogspot.com/Nx156R1r8xs/TgrahV5BfI/AAAAAAAAQY4/Bi2K45MsFdE/s1600/cassette11.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20. 39 WIB
                [14]Ibid, Sukiman, Pengembangan..., hal 175
                [15] Ibid, Sukiman, Pengembangan..., hal 177
                [16] Ibid, Sukiman, Pengembangan..., hal 154
                [17] Ibid, Sukiman, Pengembangan..., hal 156-157 
                [18] Ibid, Sukiman, Pengembangan..., hal 155-156


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Radio diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Macam-macam radio dimulai dari analog, internet, satelit dan digital.  Dalam pembelajaran PAI, radio bisa digunakan sebagai media pembelajaran dengan memadukan antara strategi dan metode belajar aktif yang menarik misalnya strategi in the news dan metode diskusi.
Rekaman berarti sesuatu yang direkam dapat berupa suara, gambar, atau cetakan dan sebagainya. Namun pada pembahasan ini hanya mencakup rekaman audio. Dalam perkembangannya ada berbagai macam bentuk alat rekam yakni gramaphone, tape recording, multitrack recording dan digital recording. Dalam pembelajaran PAI, rekaman bisa digunakan sebagai media pembelajaran dengan memadukan antara strategi dan metode belajar aktif yang menarik misalnya strategi ‘menjadi kritikus rekaman ceramah’ dan metode diskusi.
Kedua media audio tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, solusi untuk mengoptimalkan kelebihan dan mengatasi kelemahan media radio dan rekaman adalah guru senantiasa jelas dalam pemberikan instruksi tugas, mendampingi proses pembelajaran, selalu inovatif dalam memadukan model-model pembelajaran dengan materi secara tepat. Dengan variasi belajar dengan media audio tersebut, siswa diharapkan dapat lebih aktif dan secara bebas bisa mengembangkan dirinya khususnya dalam keterampilan mendengarkan
B.       Saran
Semoga makalah ini dapat memperjelas bagi kita mengenai penggunaan media audio (radio dan rekaman). Kami selaku penulis makalah memohon saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sehingga makalah yang penulis susun semakin lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
antikpraveda.blogspot.com diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 20.53       WIB
http://4.bp.blogspot.com/Nx156R1r8xs/TgrahV5BfI/AAAAAAAAQY4/Bi2K45MsF  dE/s1600/cassette11.jpg diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.       39 WIB
http://ecx.images-amazon.com/images/I/51SKM234Q2L._SL500_AA300_.jpg         diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 21.01 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Radio dalam Sukiman. 2012. Pengembangan Media     Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah­_radio dalam Sukiman. 2012. Pengembangan   Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia
http://penemu.blogspot.com/2008/05/gramophone.html  diakses pada tanggal 15    Oktober 2012 pada pukul 20.09 WIB
http://www.kaskus.co.id diakses pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 20.56 WIB
http://www.portlandmercury.com/binary/1935/13069793591radiofreeportland.jpg              diakses pada tanggal 12 Oktober 2012 pukul 20.30 WIB
Silberman, L Melvin. 2011. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif,            cet.11. Bandung: Penerbit Nusamedia
Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia
Usman, M. Basyiruddin dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta:            Ciputat Pers


Tidak ada komentar:

Posting Komentar