Tema: Iman Kepada Qadha’ dan Qadar
Sebuah Cerita Tentang
Suatu Pilihan Atas Ketentuan Allah SWT
Musik : Down-Up-Down
Ann : Assalamu’alaikum wr,
wb. Inilah sebuah cerita tentang suatu pilihan atas ketentuan Allah SWT. Ananda siswa-siswi kelas XII
Semester 2 kami persembahkan cerita ini untuk kalian. Semoga menginspirasi.
Musik : Down-Up
Ann : Cerita dari hati ini berjudul “Sisi koin pilihan”. Berisi
makna keimanan kita kepada Qadha’ dan
Qadar. Qadha’ yang berarti kehendak Allah dalam
azalnya mengenai segala hal dan keadaan baik atau buruk, sedangkan Qadar
merupakan perwujudan kehendak Allah terhadap semua makhluk-makhluknya.
Musik : Down-Up-Down
Nar : Manusia hidup dalam
pilihan. Setiap manusia bisa menentukan pilihan yang ia inginkan, tetapi ia
tidak bisa menentukan apa akibat dari pilihan itu. Hanya Allah Sang
Pengasih-lah yang dapat menentukkan akibat dari pilihan-pilihan setiap manusia,
dengan kualitas yang sama tetapi dalam bentuk yang berbeda.
Musik :
Down
Nar : Suatu ketika
berkumpullah 3 orang miskin yang sedang asyik menikmati sebuah bungkusan roti
yang ditemukan ditempat sampah milik orang kaya. Ditengah asyiknya mereka
menyantap bungkusan sampah roti, orang kaya yang membuang roti lewat disamping
mereka sambil melempar sebuah koin Rp.500,-
FX : “Cring!!...
Orang kaya: “Dasar orang miskin, roti basi dimakan ! "
Nar : Setelah orang
kaya tadi berlalu dari ketiga orang miskin, mereka membicarakan orang kaya tersebut
Si miskin-1: " Orang kaya sombong ! "
Si miskin-2:" Benar-benar sombong, sebetulnya aku
tidak sudi makan roti basi. Oh..., Tuhan, mengapa Engkau jadikan aku miskin ?
"
Si miskin-3: " Kalau orang kaya sombong sudah wajar,
kalau orang miskin sombong ...., janganlah protes pada Tuhan akan nasib kemiskinan
kita, yang pasti Tuhan maha tahu akan apa-apa yang akan terjadi, lebih baik
jalani hidup dengan penuh kerelaan. Jika Tuhan menghendaki, bisa kok kita jadi
kaya. "
Si miskin-2:" Lagak bicaramu kayak Ustadz saja, emang
kamu bisa kaya, jangan mimpi dech ... ! "
Si miskin-3: " Yok kita pergi saja, ngurusin orang
miskin sok pintar , repot . . . , mimpi jadi orang kaya di siang bolong,
ha...ha... ! "
Nar : Si miskin-1
& miskin-2 berlalu meninggalkan si miskin-3.
Musik : Down-Up
Nar : Si miskin-3
kini seorang diri, setelah teman-temannya pergi dia pungut uang 500,- tadi,
kemudian dia lemparkan ke dalam sebuah pot bunga yang terletak di ujung depan
dalam rumah orang kaya yang tidak terpakai.
Setiap hari dia
selalu mangkal di depan rumah orang kaya yang sombong itu. Setiap kali pula dia
selalu makan sisa makanan yang ditemukan di tempat sampah, dan memungut
koin-koin lemparan si kaya. Dan sudah menjadi kebiasaan pula, dia lemparkan
koin-koin itu ke dalam pot.
FX : Cring! Cring !
Cring!
Musik : Down-up
Nar : Waktu terus
berlalu, tidak terasa sudah hampir 10 tahun dia makan-makanan sisa, memungut
koin dan melemparnya ke dalam pot bunga.
Sudah beberapa
hari ini, dia tidak menjumpai si kaya keluar dari rumah dan melemparkan koin
kepadanya. Satu minggu berlalu, dia tidak dapatkan lagi sisa makanan dan koin
dari rumah si kaya.
Hingga suatu
ketika, dia melihat sebuah mobil ambulance berhenti di depan rumah si kaya.
Dia melihat ada
seseorang yang digeladak kursi roda menuju mobil ambulance, dialah si kaya pelempar
koin.
Si Miskin-3 : " Maaf, Pak apa yang terjadi dengan orang
kaya tersebut ? "
Petugas : " Cerita
dari isterinya, dia kena STROKE, mikirin anak-anaknya yang tidak mau diatur dan
suka menghambur-hamburkan uang, semua uang yang ada telah dihabiskan oleh
anak-anaknya, anak-anaknya telah pergi entah kemana. "
Musik : smash
Nar : Mendengar
petugas bercerita semacam itu, si miskin teringat koin-koin lemparan si kaya
yang dia lemparkan kembali ke dalam pot bunga si kaya, dengan tergopoh-gopoh
dia masuk dan mendekati pot bunga yang berbentuk bulat berdiameter kira-kira 1
meter. Dia terperangah, ternyata pot bunga yang tidak terpakai itu sudah penuh
dengan koin bahkan sampai meluber di samping kanan kirinya.
Dia memungut
satu persatu, dia hitung selama 3 hari, terkumpul uang koin sebanyak 7,5 juta.
Musik : Down-Up
Nar : Setelah itu dia
bergegas membesuk si kaya yang terbaring lunglai di rumah sakit dan memberikan
uang koin yang sudah ditukarkan di bank kepada beliau untuk membantu biaya
rumah sakit, serta menjelaskan bahwa uang itu adalah koin-koin si kaya yang
tiap saat dia pungut.
Selang beberapa
hari kemudian datang mobil ambulance di rumah si kaya tadi.
FX : ngiung...ngiung
(suara ambulance)
Nar : Tidak begitu banyak
orang di rumah si kaya itu, hanya petugas rumah sakit beserta si kaya dan
isterinya yang sudah mulai renta. Isteri si kaya melihat-lihat kedepan rumah
dan mendapati si miskin di ujung pintu gapura rumah.
Istri si kaya: Pak, kemarilah.
FX : suara orang mendekat
Istri si kaya: “Terimalah secarik kertas ini, sehelas kertas berisi
wasiat
dari suami saya”
Nar : si miskin pun
membaca surat wasiat tersebut
Si miskin : "
Saudaraku, si miskin, yang selama ini aku rendahkan dan abaikan. Betapa mulia
hatimu, kamu telah dengan rela membantu orang yang sombong ini, yang telah
ditinggalkan anak-anak karena uang dan harta. Betapa koin-koin pungutanmu telah
berjasa besar membantuku. Pada saat kamu membaca surat ini, maka aku telah
dengan rela memenuhi panggilan Tuhan. Maka aku berwasiat, tolong jagalah rumahku
dan bantulah isteriku mengurus pemakamanku, dan sebagian rumahku aku berikan
kepadamu. Maafkan aku ....,"
Nar : Singkat cerita,
si miskin yang dulu benar-benar miskin kini sudah mendapati hidupnya menjadi
lebih baik, tidak sombong, suka membantu sesama dan berbudi pekerti luhur.
Musik : Up-Down
Ann : Demikianlah sebuah
cerita tentang suatu pilihan atas ketentuan Allah SWT. Intisari atau hikmah
cerita tadi salah satunya adalah orang yang baik tidak akan pernah melihat
dirinya dari segi kekurangan yang dimilikinya, harta hanya titipan, kerelaan
menerima hidup dengan semestinya adalah harta yang tidak pernah ada habisnya.
Semua orang bisa kaya asal mau berusaha dan menyisihkan sebagian hartanya untuk
ditabung dan diamalkan.
Musik :Up-Down
Ann : Allah telah
menentukan taqdir, bentuk taqdir tersebut terdiri dari Taqdir Mubram, yang berarti ketentuan Allah swt yang pasti
terjadi dan tidak dapat diubah oleh manusia. Dan Taqdir Mu’allaq, yaitu taqdir yang di dalamnya terlibat
usaha manusia. Cerita tadi termasuk taqdir Mu’allaq yang masih bisa diubah
dengan jalan berusaha, berdo’a dan tak kenal putus asa. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Ra’du
ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum
sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
Musik : Up-Down
Ann : Ingatlah Allah tidak
pernah memberikan apa yang kita inginkan tetapi Allah selalu memberikan apa
yang kita butuhkan.
Sebagai seorang yang beriman, menjadi sempurna imannya tatkala beriman pula
kepada takdir yang telah Allah tentukan dan tetap berusaha menjadi makhluk-Nya
yang paling beriman. Dengan cara menyempurnakan keimanan dengan mengimani
keenam rukun iman tersebut, agar kita senantiasa dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Musik : Up-Down
(Musik: Moonlight Sonata Ludwig Van Beethoven)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar