tita

Kamis, 13 Desember 2012

NASKAH REKAMAN AUDIO

Tema: Iman Kepada Qadha’ dan Qadar
Sebuah Cerita Tentang Suatu Pilihan Atas Ketentuan Allah SWT








Musik        : Down-Up-Down
Ann           : Assalamu’alaikum wr, wb. Inilah sebuah cerita tentang suatu pilihan atas ketentuan   Allah SWT. Ananda siswa-siswi kelas XII Semester 2 kami persembahkan cerita ini untuk kalian. Semoga menginspirasi.
Musik         : Down-Up
Ann           : Cerita dari hati ini berjudul “Sisi koin pilihan”. Berisi makna keimanan kita kepada   Qadha’ dan Qadar. Qadha’ yang berarti kehendak Allah dalam azalnya mengenai segala hal dan keadaan baik atau buruk, sedangkan Qadar merupakan perwujudan kehendak Allah terhadap semua makhluk-makhluknya.
Musik         : Down-Up-Down
Nar             : Manusia hidup dalam pilihan. Setiap manusia bisa menentukan pilihan yang ia inginkan, tetapi ia tidak bisa menentukan apa akibat dari pilihan itu. Hanya Allah Sang Pengasih-lah yang dapat menentukkan akibat dari pilihan-pilihan setiap manusia, dengan kualitas yang sama tetapi dalam bentuk yang berbeda.
Musik         : Down
Nar             : Suatu ketika berkumpullah 3 orang miskin yang sedang asyik menikmati sebuah bungkusan roti yang ditemukan ditempat sampah milik orang kaya. Ditengah asyiknya mereka menyantap bungkusan sampah roti, orang kaya yang membuang roti lewat disamping mereka sambil melempar sebuah koin Rp.500,-
FX              : “Cring!!...
Orang kaya: “Dasar orang miskin, roti basi dimakan ! "
Nar             : Setelah orang kaya tadi berlalu dari ketiga orang miskin, mereka membicarakan orang kaya tersebut
Si miskin-1: " Orang kaya sombong ! "
Si miskin-2:" Benar-benar sombong, sebetulnya aku tidak sudi makan roti basi. Oh..., Tuhan, mengapa Engkau jadikan aku miskin ? "
Si miskin-3: " Kalau orang kaya sombong sudah wajar, kalau orang miskin sombong ...., janganlah protes pada Tuhan akan nasib kemiskinan kita, yang pasti Tuhan maha tahu akan apa-apa yang akan terjadi, lebih baik jalani hidup dengan penuh kerelaan. Jika Tuhan menghendaki, bisa kok kita jadi kaya. "
Si miskin-2:" Lagak bicaramu kayak Ustadz saja, emang kamu bisa kaya, jangan mimpi dech ... ! "
Si miskin-3: " Yok kita pergi saja, ngurusin orang miskin sok pintar , repot . . . , mimpi jadi orang kaya di siang bolong, ha...ha... ! "
Nar             : Si miskin-1 & miskin-2 berlalu meninggalkan si miskin-3.
Musik         : Down-Up
Nar             : Si miskin-3 kini seorang diri, setelah teman-temannya pergi dia pungut uang 500,- tadi, kemudian dia lemparkan ke dalam sebuah pot bunga yang terletak di ujung depan dalam rumah orang kaya yang tidak terpakai. 
                   Setiap hari dia selalu mangkal di depan rumah orang kaya yang sombong itu. Setiap kali pula dia selalu makan sisa makanan yang ditemukan di tempat sampah, dan memungut koin-koin lemparan si kaya. Dan sudah menjadi kebiasaan pula, dia lemparkan koin-koin itu ke dalam pot.
FX              : Cring! Cring ! Cring!
Musik         : Down-up
Nar             : Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah hampir 10 tahun dia makan-makanan sisa, memungut koin dan melemparnya ke dalam pot bunga.
                   Sudah beberapa hari ini, dia tidak menjumpai si kaya keluar dari rumah dan melemparkan koin kepadanya. Satu minggu berlalu, dia tidak dapatkan lagi sisa makanan dan koin dari rumah si kaya.
                   Hingga suatu ketika, dia melihat sebuah mobil ambulance berhenti di depan rumah si kaya.
                   Dia melihat ada seseorang yang digeladak kursi roda menuju mobil ambulance, dialah si kaya pelempar koin. 
Si Miskin-3 : " Maaf, Pak apa yang terjadi dengan orang kaya tersebut ? "
Petugas       : " Cerita dari isterinya, dia kena STROKE, mikirin anak-anaknya yang tidak mau diatur dan suka menghambur-hamburkan uang, semua uang yang ada telah dihabiskan oleh anak-anaknya, anak-anaknya telah pergi entah kemana. "
Musik         : smash
Nar           : Mendengar petugas bercerita semacam itu, si miskin teringat koin-koin lemparan si kaya yang dia lemparkan kembali ke dalam pot bunga si kaya, dengan tergopoh-gopoh dia masuk dan mendekati pot bunga yang berbentuk bulat berdiameter kira-kira 1 meter. Dia terperangah, ternyata pot bunga yang tidak terpakai itu sudah penuh dengan koin bahkan sampai meluber di samping kanan kirinya.
                   Dia memungut satu persatu, dia hitung selama 3 hari, terkumpul uang koin sebanyak 7,5 juta.
Musik         : Down-Up
Nar             : Setelah itu dia bergegas membesuk si kaya yang terbaring lunglai di rumah sakit dan memberikan uang koin yang sudah ditukarkan di bank kepada beliau untuk membantu biaya rumah sakit, serta menjelaskan bahwa uang itu adalah koin-koin si kaya yang tiap saat dia pungut.
                   Selang beberapa hari kemudian datang mobil ambulance di rumah si kaya tadi.
FX              : ngiung...ngiung (suara ambulance)
Nar             : Tidak begitu banyak orang di rumah si kaya itu, hanya petugas rumah sakit beserta si kaya dan isterinya yang sudah mulai renta. Isteri si kaya melihat-lihat kedepan rumah dan mendapati si miskin di ujung pintu gapura rumah.
Istri si kaya: Pak, kemarilah.
FX              : suara orang mendekat
Istri si kaya: “Terimalah secarik kertas ini, sehelas kertas berisi wasiat dari suami saya”
Nar             : si miskin pun membaca surat wasiat tersebut
Si miskin    : " Saudaraku, si miskin, yang selama ini aku rendahkan dan abaikan. Betapa mulia hatimu, kamu telah dengan rela membantu orang yang sombong ini, yang telah ditinggalkan anak-anak karena uang dan harta. Betapa koin-koin pungutanmu telah berjasa besar membantuku. Pada saat kamu membaca surat ini, maka aku telah dengan rela memenuhi panggilan Tuhan. Maka aku berwasiat, tolong jagalah rumahku dan bantulah isteriku mengurus pemakamanku, dan sebagian rumahku aku berikan kepadamu. Maafkan aku ....,"
Nar             : Singkat cerita, si miskin yang dulu benar-benar miskin kini sudah mendapati hidupnya menjadi lebih baik, tidak sombong, suka membantu sesama dan berbudi pekerti luhur.
Musik         : Up-Down
Ann            : Demikianlah sebuah cerita tentang suatu pilihan atas ketentuan Allah SWT. Intisari atau hikmah cerita tadi salah satunya adalah orang yang baik tidak akan pernah melihat dirinya dari segi kekurangan yang dimilikinya, harta hanya titipan, kerelaan menerima hidup dengan semestinya adalah harta yang tidak pernah ada habisnya. Semua orang bisa kaya asal mau berusaha dan menyisihkan sebagian hartanya untuk ditabung dan diamalkan.
Musik         :Up-Down           
Ann            : Allah telah menentukan taqdir, bentuk taqdir tersebut terdiri dari Taqdir Mubram, yang berarti ketentuan Allah swt yang pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh manusia. Dan Taqdir Mu’allaq, yaitu taqdir yang di dalamnya terlibat usaha manusia. Cerita tadi termasuk taqdir Mu’allaq yang masih bisa diubah dengan jalan berusaha, berdo’a dan tak kenal putus asa. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Ra’du ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
Musik         : Up-Down
Ann            : Ingatlah Allah tidak pernah memberikan apa yang kita inginkan tetapi Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Sebagai seorang yang beriman, menjadi sempurna imannya tatkala beriman pula kepada takdir yang telah Allah tentukan dan tetap berusaha menjadi makhluk-Nya yang paling beriman. Dengan cara menyempurnakan keimanan dengan mengimani keenam rukun iman tersebut, agar kita senantiasa dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Musik        : Up-Down

(Musik: Moonlight Sonata Ludwig Van Beethoven)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar