Modul Aqidah Akhlak
Iman Kepada Qadha’ dan
Qadar
Untuk kelas XII semester
genap
Madrasah ‘Aliyah
A.
Standar Kompetensi
Diharapkan setelah mempelajari
modul ini, Anda dapat meningkatkan keimanan kepada Qadha’ dan Qadar
B.
Kompetensi Dasar
Melalui modul ini Anda
akan mempelajari:
1 .
Menjelaskan tanda-tanda keimanan
kepada Qadha’ dan Qadar
2 .
Menerapkan hikmah beriman kepada
Qadha’ dan Qadhar
C.
Indikator
Anda akan mendapat
penjelasan tentang:
1 .
Menjelaskan pengertian iman
kepada Qadha’ dan Qadar
2 .
Membacakan dalil naqli mengenai
iman kepada Qadha’ dan Qadar
3 .
Memperlihatkan perilaku mengimani
Qadha’ dan Qadar
4 .
Menganalisis hikmah beriman
kepada Qadha’ dan Qadar dalam kehidupan sehari-hari
D.
Materi Pokok
Dalam bab ini Anda
akan mempelajari dan mengetahui tentang:
1.
Pengertian iman kepada Qadha’ dan
Qadar
2.
Dalil naqli mengenai iman kepada
Qadha’ dan Qadar
3.
Perilaku mengimani Qadha’ dan
Qadar
E.
Uraian Materi
Anda pasti sudah hafal mengenai rukun Iman, pada pelajaran
terdahulu sudah diterangkan mengenai rukun iman yang pertama hingga yang
kelima, nah untuk kali ini mari kita belajar mengenai rukun iman yang keenam
yakni Iman kepada Qadha’ dan Qadar.
1.
Pengertian iman kepada
Qadha’ dan Qadar
Mari kita belajar mengenai pengertian Qadha’. Ada
beberapa pengertian menurut bahasa tentang Qadha’ yaitu: hukum/ketetapan,
ketetapan, perintah, mewujudkan/menjadikan dan kehendak. Menurut istilah Qadha’
adalah perkara yang Allah tetapkan pada makhlukNya dalam bentuk penciptaan,
peniadaan atau perubahan sejak zaman azali. (ditetapkan dalam lauhul mahfudz,
sebelum terciptanya langit dan bumi). Diantara contoh Qadha’ adalah hadits
berikut yang artinya: ”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut
ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40
hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan
ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya,
ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari
dan Muslim dari Abdullah bin Mas‟ud).
Sedangkan arti Qadar menurut bahasa adalah: kekuasaan/kemampuan, ketentuan/kepastian, ukuran dan mengatur/menentukan. Menurut istilah Qadar
adalah perkara yang Allah tetapkan sesuai ukuran atau kadar tertentu pada waktu
terjadinya.
Menurut ulama Asy’ariyah (diantara tokoh utamanya Abu
Hasan Al Asy’ari) Qadha’ merupakan kehendak Allah dalam azalnya mengenai segala
hal dan keadaan baik atau buruk, sedangkan Qadar merupakan perwujudan kehendak
Allah terhadap semua makhluk-makhluknya. Jadi Qadha’
bersifat qadim (lebih dahulu ada) dan qadar bersifat hudus (baru).
Demikian pula menurut Imam Nawawi bahwa Qadar atau takdir
adalah semua perkara atau benda yang ada di alam ini telah ditentukan dan
ditetapkan menurut garisan yang dibuat oleh Allah swt sebelum sesuatu itu
berlaku dan terjadi. Takdir dibedakan menjadi dua;
a.
Taqdir Mubram, yaitu
ketentuan Allah swt yang pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh manusia. Contohnya
seperti jenis kelamin seseorang, sudah ditentukan oleh Allah dan tidak dapat
diubah lagi.
b.
Taqdir Mu’allaq, yaitu
taqdir yang di dalamnya terlibat usaha manusia. Misalnya seorang murid SMA
bernama Adam, sudah beberapa semester ini nilainya selalu kurang, dan setelah
orang tuanya menasehatinya agar belajar lebih giat maka Adam pun berusaha untuk
memperbaiki nilainya dengan belajar keras, dan ternyata pada semester
berikutnya ia pun mendapat nilai yang memuaskan.
Beriman kepada Qadha’ dan
Qadar
merupakan salah satu rukun iman, yang mana iman seseorang tidaklah sempurna dan
sah kecuali beriman kepadanya. Ibnu Abbas pernah berkata, "Qadar adalah
nidzam (aturan) tauhid. Barangsiapa yang mentauhidkan Allah dan beriman kepada
qadar, maka tauhidnya sempurna. Dan barangsiapa yang mentauhidkan Allah dan
mendustakan qadar, maka dustanya merusakkan tauhidnya". Maka sebagai seorang yang beriman, alangkah
baiknya apabila kita beriman kepada takdir yang telah Allah tentukan untuk kita
dan tetap berusaha menjadi makhluk-Nya yang paling beriman. Dengan cara menyempurnakan
keimanan kita dengan mengimani keenam rukun iman tersebut, agar kita senantiasa
dicintai Allah dan Rasul-Nya.
2.
Dalil naqli mengenai
iman kepada Qadha’ dan Qadar
Tadi sudah kita pelajari tentang
pengertian Iman kepada Qadha’ dan Qadar, mari kita lanjutkan pada materi dalil
naqli iman kepada Qadha’ dan Qadar, tentu Anda telah mengetahui tentang dalil
Naqli bukan? Ya, dalil naqli adalah bukti-bukti kebenaran
Islam yang tertulis didalam Al-Qur'an dan Hadist, berikut ini adalah beberapa
dalil naqli yang menerangkan mengenai iman kepada Qadha’ dan Qadar
ö@è%
ÎoTÎ) 4n?tã
7puZÉit/
`ÏiB În1§
OçFö/¤2ur
¾ÏmÎ/
4 $tB ÏZÏã
$tB
cqè=ÉÚ÷ètGó¡n@
ÿ¾ÏmÎ/ 4 ÈbÎ)
ãNõ3ßÛø9$# wÎ)
¬! ( Èà)t
¨,ysø9$# ( uqèdur
çöyz tû,Î#ÅÁ»xÿø9$#
ÇÎÐÈ
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku
berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku [479],
sedang kamu mendustakannya. tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya
disegerakan kedatangannya. menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang
paling baik’” (Al- An’am :
57)
[479] Maksudnya: Nabi
Muhammad s.a.w. mempunyai bukti yang nyata atas kebenarannya.
Ï%©!$# ¼çms9 à7ù=ãB
ÏNºuq»yJ¡¡9$#
ÇÚöF{$#ur óOs9ur
õÏGt #Ys9ur öNs9ur
`ä3t
¼ã&©!
Ô7ΰ
Îû
Å7ù=ßJø9$# t,n=yzur
¨@à2 &äóÓx«
¼çnu£s)sù
#\Ïø)s? ÇËÈ
“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan
langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya
dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia
menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya[1053]”.
(Al-Furqon : 2)
[1053] Maksudnya:
segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan
persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya
masing-masing dalam hidup.
@è% Hw
à7Î=øBr& ÓŤøÿuZÏ9 #uÑ wur
$·èøÿtR
wÎ) $tB uä!$x©
ª!$# 3 Èe@ä3Ï9 >p¨Bé&
î@y_r& 4 #sÎ) uä!%y`
óOßgè=y_r& xsù
tbrãÏø«tFó¡t
Zptã$y
( wur
tbqãBÏø)tFó¡o
ÇÍÒÈ
“Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan
tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki
Allah". tiap-tiap umat mempunyai ajal [696].
apabila telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya
barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).”( Yunus : 49)
[696] Yang dimaksud
dengan ajal ialah, masa keruntuhannya.
¼çms9 ×M»t7Ée)yèãB
.`ÏiB
Èû÷üt/ Ïm÷yt
ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz ¼çmtRqÝàxÿøts
ô`ÏB ÌøBr&
«!$# 3 cÎ)
©!$# w
çÉitóã
$tB
BQöqs)Î/ 4Ó®Lym
(#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sÎ)ur
y#ur&
ª!$# 5Qöqs)Î/
#[äþqß
xsù ¨ttB
¼çms9
4 $tBur Oßgs9 `ÏiB
¾ÏmÏRrß `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ
“bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah [767].
Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah
keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-ra’du : 11)
[767] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat
yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang
mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat
yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak
merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
3.
Perilaku mengimani
Qadha’ dan Qadar
Untuk mengetahui perilaku
yang mencerminkan keimanan pada Qadha’ dan Qadar dapat kita simak dalam ayat Al
Quran berikut:
QS. An-Nahl [16] ayat 53
$tBur Nä3Î/ `ÏiB 7pyJ÷èÏoR z`ÏJsù «!$# ( ¢OèO #sÎ) ãNä3¡¡tB Ø9$# Ïmøs9Î*sù tbrãt«øgrB ÇÎÌÈ
“dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari
Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka hanya
kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan”
Jadi
setiap apapun di dunia ini datangnya dari Allah dan kembali pada Allah, maka
kita sebagai makhluk mempunyai kewajiban untuk selalu berusaha dan berdo’a
kepada-Nya.
Perilaku mencerminkan iman kepada
Qadha’ dan Qadar juga diterangkan dalam Hadits Nabi Muhammad saw yang berbunyi:
"Adam dan Musa berbantah-bantahan. Musa berkata, 'Wahai, Adam,
Anda adalah bapak kami yang telah mengecewakan dan mengeluarkan kami dari
surga. Lalu Adam menjawab, 'Kamu, wahai Musa yang telah dipilih Allah dengan
Kalam-Nya dan menuliskan untkmu dengan Tangan-Nya, apakah kamu mencela kepadamu
atas suatu perkara yang mana Allah telah menakdirkan kepadaku sebelum aku
diciptakan empat puluh tahun?' Maka Nabi bersabda, 'Maka, Adam telah membantah
Musa, Adam telah membantah Musa.'" (HR. Muslim)
4.
Hikmah beriman kepada
Qadha’ dan Qadar dalam kehidupan sehari-hari
Naah, dari pembahasan tadi
kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dengan beriman kepada Qadha’ dan Qadar, banyak
hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan
mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:
a)
Melatih diri untuk banyak
bersyukur dan bersabar
Fungsi
atau hikmah orang-orang yang beriman kepada Qadha’ dan Qadar, apabila
mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu
merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah
maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian
Firman Allah yang artinya:”dan
apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila
ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta
pertolongan. ”( QS. An-Nahl ayat 53).
b)
Menjauhkan diri dari sifat
sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman
kepada Qadha’ dan Qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap
keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun
merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah
dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah
ketentuan Allah.
Firman Allah SWT yang artinya: “Hai
anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan
saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”(QS.Yusuf
ayat 87)
Sabda Rasulullah: yang
artinya” Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sebiji
sawi dari sifat kesombongan.”( HR. Muslim)
c)
Memupuk sifat optimis dan
giat bekerja
Manusia tidak mengetahui
takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib
baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus
diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada Qadha’ dan Qadar senantiasa
optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firman Allah yang artinya : Dan
carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik,
kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas
ayat 77)
d)
Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada Qadha’
dan Qadar senantiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu
merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung
atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan
berusaha lagi.
$pkçJr'¯»t ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuÅÊ#u Zp¨ÅÊó£D ÇËÑÈ Í?ä{÷$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ Í?ä{÷$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ
Artinya : Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka
masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.(
QS. Al-Fajr ayat 27-30)
F.
Rangkuman
Setelah mempelajari modul ini tentu kita bisa
merangkum poin-poin penting tentang iman kepada Qadha’ dan Qadar.
Pengertian Qadha’ adalah keteapan Allah sejak zaman Azali, sedangkan
Qadar adalah perwujudan kehendak Allah
terhadap semua makhluk-makhluknya. Takdir dibedakan menjadi dua yakni Taqdir Mubram, yaitu ketentuan Allah swt yang pasti terjadi dan tidak dapat
diubah oleh manusia dan Taqdir Mu’allaq, yaitu taqdir yang di dalamnya
terlibat usaha manusia.
Beberapa dalil naqli yang menerangkan mengenai iamna kepada Qadha’ dan
Qadar yakni surat Al- An’am ayat 57, Al-Furqon ayat 2, Yunus 49, Ar-ra’du ayat
11 dan masih banyak lagi, coba Anda cari kembali di Al-Qur’an.
Perilaku mencerminkan iman kepada Qadha’ dan
Qadar adalah setiap apapun di dunia ini datangnya dari Allah dan kembali pada
Allah, maka kita sebagai makhluk mempunyai kewajiban untuk selalu berusaha dan
berdo’a kepada-Nya. seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl 53.
Hikmah mengimani Qadha’ dan Qadar adalah manusia bisa melatih dirinya untuk
banyak bersyukur dan bersabar, menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus
asa, memupuk sifat optimis dan giat bekerja serta dapat menenangkan jiwa.
G.
Tugas/Latihan
1.
Coba secara berkelompok buatlah kliping tentang perilaku sehari-hari
yang mencerminkan iman kepada Qadha’ dan Qadar, sumbernya bisa dicari dari
koran, majalah ataupun internet, selamat mengerjakan J
H.
Tes Mandiri
Usahakan tidak melihat kunci jawaban sebelum
semua soal dikerjakan yaa...
1.
Qadha’
merupakan ketetapan Allah pada ….
a. hari
kiamat c. zaman
purba e. hari lahir
b. hari
akhir d. zaman
azali
2. Suatu
takdir yang tidak dapat dihindari disebut takdir ….
a. kecil c. mubram e. muwadhofah
b. besar d. mu’allaq
3. Di
bawah ini, akibat orang yang ingkar kepada Qadha’ dan Qadar Allah adalah ….
a. putus asa
b. tenteram hatinya
c. semangat hidup
d. tabah menghadapi musibah
e. optimis
4. “Sesungguhnya
Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada
pada diri mereka sendiri”
Kalimat tersebut adalah arti dari Surat ….
a. Al
Baqarah: 185
b. An
Nisa: 1
c. Ar
Ra’du: 11
d. Ali
Imran: 102
e.
Al-Kautsar: 3
5. Sekalipun telah ada takdir, namun manusia
seharusnya ….
a. hanya berdoa
b. tetap berusaha
c. cukup bertawakal
d. cukup berdiam diri
e. sabar menunggu keajaiban
6. Iman kepada Qadha’ dan Qadar berfungsi untuk ….
a. membina sikap mental kekerasan
b. menambah sifat berani
c. menimbulkan sifat optimis, giat bekerja dan
tawakkal
d. membuat hati gelisah
e. membina sikap mental keperkasaan
7. Seseorang ditakdirkan menjadi orang miskin ia dapat
merubahnya dengan cara ….
a. bekerja keras
b. sabar dan takabur
c. berdoa kepada Allah
d. tawakal dan santun
e. sabar menunggu hidayah
$tBur Nä3Î/ `ÏiB 7pyJ÷èÏoR z`ÏJsù «!$# ( ¢OèO #sÎ) ãNä3¡¡tB Ø9$# Ïmøs9Î*sù tbrãt«øgrB ÇÎÌÈ 8.
Ayat ini merupakan dalil tentang perilaku mengimani
Qadha’ dan Qadar, terdapat dalam surat dan ayat apakah dalil ini?
a.
An-Nahl ayat 53
b.
Al-Jumu’ah ayat 2
c.
Ali-Imron ayat 30
d.
Al-Baqarah ayat 133
e.
Al-Kahfi ayat 10
9. Hikmah
beriman kepada Qadha’ dan Qadar dalam keseharian adalah...
a.
menambah kualitas berprasangka kepada tetangga
b.
memperpanjang usia
c.
mendayagunakan kesempatan untuk hura-hura
d.
menambah amal buruk
e.
menenangkan jiwa
10. Takdir mu’allaq itu akan berubah karena ….
a. ikhtiar seseorang
b. ikhtiar seseorang dan dikehendaki oleh
Allah
c. usaha manusia dilakukan karena terpaksa
d. usaha manusia karena keputusasaan
e. penantian manusia dengan sabar
1.
Kunci Jawaban
1.
d 6.
c
2.
c 7. a
3.
a 8. a
4.
c 9. e
5.
b 10.
b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar