Ringkasan 1
Presentasi Makalah Media Pembelajaran E-Learning
07 Desember 2012
Kelompok 11
Pemakalah :
M. Wifaqul Idaini (10411009)
Moderator :
Jamaludin (10411035)
Notulis :
Kartika Hartanti (10411007)
Tri Mardiana Cahyani (10411008)
Nur Ahmad Asidiq M (10411012)
Diah Arum Ratnawati (10411017)
Imalia Yoni Prihatini (10411019)
Satria Karimul Qolbi (10411023)
Tita Prawesti (10411034)
Diyah Ayu Wulandari (10411038)
Suprapti Wulaningsih (10411043)
Ringkasan:
E-learning
: Elektronik Learning. Usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar
mengajar yang ada di sekolah ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh
teknologi internet.
Kelebihan
e-learning secara umum adalah guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah,
siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja,
tambahan informasi akses di internet. Guru dan siswa dapat melakukan diskusi
melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga
menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Berubahnya peran siswa
dari biasanya pasif menjadi aktif. Memperoleh informasi mutakhir, kemampuan
berhubungan dengan sumber-sumber di seluruh dunia, kesempatan mempelajari
sumber-sumber mutakhir terbuka.
Beberapa
kelemahan e-learning, kurangnya interaksi antara guru dan siswa, materi tidak
sesuai dengan umur pembelajar, pemanfaatan hak cipta untuk tugas-tugas akhir
sekolah, perawatan, pengaksesan, kurangnya pengontrolan kualitas, dan kurangnya
penguasaan bahasa komputer. Jadi dalam pembelajaran e-learning siswa didampingi
oleh orang dewasa.
Pertanyaan termin I:
1. Eman Roheman (10411004)
Bagaimana teknik evaluasi pembelajaran
e-learning?
Jawab: secara online, waktu terbatas dan tidak
mungkin bisa saling mencontek.
2. Imalia Yoni Prihatini (10411019)
Bagaimana cara meminimalisir kelemahan
e-learning?
Jawab: semua komponen harus siap, disesuaikan
untuk media e-learning tersebut contohnya kurikulum, usahakan media dapat
dijangkau oleh siswa. Serta adakan forum diskusi online.
3. Diyah Ayu Wulandari (10411038)
Bagaimana cara menginovasi e-learning
diarahkan kepada ranah afektif?
Jawab: melalui diskusi online, learning bu
doing dan incidental learning.
Pertanyaa termin II
1. Satria Karimul Qolbi (10411023)
Sekolah mana yang sudah menerapkan media
e-learning dalam pembelajarannya?
Jawab: di jogja sudah banyak contohnya SMA di
Bantul dst
2. Tita Prawesti (10411034)
Apa saja karakter yang tumbuh dari pembelajaran
berbasis e-learning?
Jawab:
a. Disiplin: mengerjakan evaluasi tepat waktu
b. Tanggung jawab
c. Kemandirian, siswa bisa belajar mandiri
d. Kesabaran
3. Tri Mardiana Cahyani (10411008)
Menurut pemakalah jenjang sekolah apa yang
cocok diterapkan e-learning?
Jawab: SMP dan SMA tetapi peran guru juga
harus ada untuk mendampingi siswa. Untuk mahasiswa juga sudah cukup cocok.
4. Nur Ahmad Assidiq Mubarok (10411012)
Bagaimana solusi untuk mengatasi kecenderungan
mengabaikan aspek akademik/sosial?
Jawab: Dengan diberi tugas kelompok agar siswa
masih bisa berinteraksi sosial dengan teman-temannya, serta masih dilakukannya
tatap muka dalam pembelajaran.
5. Suprapti Wulaningsih (10411043)
Apakah media e-learning ini sudah efektif jika
diterapkan dalam pembelajaran di sekolah?
Jawab: efektif tetapi masih ada kendala
misalnya dari segi administrasi dan sumber daya.
6. Diah Arum Ratnawati (10411017)
1. Coba jelaskan pernyataan dalam makalah bahwa ”e-learning
mengubah siswa dari pasif ke aktif”?
2. “Kurikulum
bersifat holistik dan pengetahuan diintegrasikan dengan informasi saat ini”, maksudnya apa?
Jawab:
1. Siswa mencari informasi termasuk bagian dari
pembelajaran aktif
2. Misalnya studi kasus dan isu aktual berarti
pengetahuan dapat dicari lebih luas, siswa
tidak hanya menerima dari guru, teapi secara aktif dan mandiri mencari
informasi yang ingin dia ketahui.
Ringkasan 2
Presentasi Makalah Lab Agama
20 Desember 2012
Kelompok 12
Pemakalah :
Jamaludin (10411035)
Moderator :
Satria Karimul Qolbi (10411023)
Anggota :
Afidatun (10411006)
Tri Mardiana Cahyani (10411008)
Noor Ahmad Assidiq M (10411012)
Candra Wicaksana (10411014)
Diah Arum Ratnawati (10411017)
Hamsah Ahmad Zakky (10411018)
Masruroh (10411026)
Rani Cahyaningrum (10411030)
Untari (10411032)
Tita Prawesti (10411034)
Mareta Inayatur Rohmah (10411041)
Ringkasan:
Laboratorium agama salah satu alat media yang
digunakan peseerta didik dalam menyampaikan informasi yang berarti suatu unit
penunjang akademik baik di jenjang sekolah maupun Perguruan Tinggi yang
dikelola oleh para guru dan staf-stafnya, dan tempat untuk melatih siswa dalam
hal keterampilan praktik, demonstrasi, percobaan, penelitian dan pengembangan
ilmu, kaitannya dengan ilmu agama Islam. Kemudian ada 3 bidang pembinaan yang
harus dilaksanakan dalam pengelolaan laboratorium agama/masjid yaitu: pembinaan
bidang idarah (manajemen), pembinaan bidang imarah (memakmurkan masjid) dan
pembinaan bidang riayah (pemeliharaan masjid).
Peran laboratorium agama secara umum: (1)
pusat pendidikan dan pelatihan, (2) Pusat penjaringan potensi umat, (3) sebagai
tempat pembinaan jama’ah (4) sebagai pusat dakwah dan kebudayaan Islam, (5)
sebagai pusat pengembangan budaya dan tradisi Islami
Pertanyaan:
1. Tita Prawesti (10411034)
Bagaimana cara mengoptimalkan laboratorium
agama?
Jawab: (1) Dari pengurus harus siap untuk
memakmurkan masjid, disediakan sarana dan prasarana seperti mading, papan
pengumuman dst; (2) Disediakan perpustakaan kecil; (3) Segala sisi bisa untuk
diskusi dan belajar bersama; (4)Rancangan dan program pengurus harus
dioptimalkan
2. Noor Ahmad Assidiq Mubarok (10411012)
Laboratorium agama dalam penggunaannya apakah
sudah efektif atau belum?
Jawab: bisa dikatakan efektif, tetapi
digunakan sebagai media pembelajaran yang sifatnya mendukung suatu proses
pembelajaran, jika pembelajaran PAI terus menerus dilakukan di masjid juga
adakalanya kurang bisa maksimal, tetap yang paling efektif adalah pembelajaran
di kelas. Di sini laboratorium agama sebagai sarana variasi untuk menunjang
pembelajaran agar tidak hanya dilakukan di kelas saja.
3. Tri Mardiana Cahyani (10411008)
Laboratorium agama ini yang paling efektif
digunakan untuk jenjang sekolah apa?
Jawab: laboratorium agama cocok untuk jenjang
Taman Kanak-kanak hingga orang tua sekalipun, karena sejak kecil anak harus
sudah dibiasakan untuk tinggal di mesjid dan memakmurkannya sehingga nanti akan
terbiasa dan terbawa kebiasaan tersebut hingga tua.
4. Satria Karimul Qolbi (10411023)
Apakah lab agama nama lain dari masjid? Apakah
masjid tepat jika dikatakan lab agama?
Jawab: masjid seharusnya tetap bernama masjid,
fasilitas utama tetap masjid, lab agama adalah penunjang saja. Lab agama pun
tidak hanya berupa masjid, tetapi suatu tempat yang di dalamnya dipergunakan
untuk pengembangan ilmu Islam.
Ringkasan 3
Presentasi Makalah Lembaga Perpustakaan
21 Desember 2012
Kelompok 13
Pemakalah :
Yesi Yusan Aryani (10411039)
Moderator :
Hermawan (10411022)
Notulis :
Masruroh (10411026)
Anggota :
Dian Ulul Khasanah (10411002)
Sri Handayani (10411005)
Afidatun (10411006)
Eskandita Nur Inayah (10411010)
Noor Ahmad Assidiq M (10411012)
Umi Uswatul Hasanah (10411015)
Alfi Farhatil Azizah (10411027)
Nurida Budi Setiawati (10411028)
Tita Prawesti (10411034)
Ahmad Luthfi Hakim (10411040)
Ringkasan:
Menurut
UU Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Bab I pasal 1, pengertian perpustakaan
adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam,
mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para
penggunaanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Tujuan
perpustakaan sekolah: (1) Memupuk rasa cinta, kesadaran dan kebiasaan membaca,
(2) Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan, (3) Memperluas
pengetahuan para siswa, (4) Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya
pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu, (5) Membimbing
para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
Fungsi
perpustakaan sekolah: (1) Fungsi edukatif, (2) Fungsi Informatif, (3) Fungsi
Administratif, (4) Fungsi Rekreatif, (5) Fungsi Penelitian.
Pertanyaan:
1. Tita Prawesti (10411034)
Bagaimana cara mengoptimalkan perpustakaan
agar siswa dapat tertarik untuk datang ke perpustakaan
Jawab: ruangan dibuat lebih menarik, dihias,
buku-bukunya dilengkapi dengan cerita Islam agar anak tertarik membaca.
Dilengkapi pula dengan TV, Hotspot dst.
2. Nurida Budi Setiawati (10411028)
Jika di perpustakaan ada kantinnya, sambil
membaca buku sambil makan atau minum, hal tersebut efektif atau tidak?
Jawab: mengingat gaya belajar setiap siswa
berbeda-beda, misalnya ada yang bisa belajar sambil makan tetapi ada pula yang
sebaliknya. Tetapi jika makan atau minum di perpustakaan sekolah ditakutkan
makanan tersebut tumpah dan mengotori buku-buku dan terkadang membuang sampah
sembarangan sehingga mengurangi tertibnya perpustakaan. Alangkah lebih baiknya
apabila kantin tetap di luar perpustakaan saja.
3. Alfi Farhatil Azizah (10411027)
Dalam latar belakang makalah Anda, tertulis
perpustakaan tempat menyimpan Microfiche dan LP dst. Apa maksud
dari istilah Microfiche dan LP? Kemudian media tersebut cocok
untuk materi apa?
Jawab: Microficheà Teknik pengurangan sebuah gambar yang ketika melihat perlu alat bantu. LPà (tidak terjawab). Hampir semua materi PAI cocok menggunakan media
tersebut, tetapi mungkin media itu digunakan pada zaman dahulu sebelum adanya
film yang kita kenal lebih praktis pada zaman sekarang. Tentu yang lebih
efektif adalah menggunakan CD, Video dan LCD.
4. Dian Ulul Khasanah (10411039)
Bagaimana menurut Anda tentang perpustakaan di
UIN Sunan Kalijaga?
Jawab:
perpustakaan UIN sudah efektif, modern, nyaman dan peminjaman serta
pengembalian buku secara mandiri sudah bagus hingga mendapatkan rekor MURI.
Ringkasan 4
Presentasi Makalah Lingkungan Sebagai Sumber
Belajar
21 Desember 2012
Kelompok 14
Pemakalah :
Afidatun (10411006)
Moderator :
Hermawan (10411022)
Notulis :
Umi Uswatul Hasanah (10411015)
Anggota :
Dian Ulul Khasanah (10411002)
Sri Handayani (10411005)
Eskandita Nur Inayah (10411010)
Noor Ahmad Assidiq M (10411012)
Umi Uswatul Hasanah (10411015)
Alfi Farhatil Azizah (10411027)
Nurida Budi Setiawati (10411028)
Tita Prawesti (10411034)
Yesi Yusan Aryani (10411039)
Ahmad Luthfi Hakim (10411040)
Ringkasan:
Jenis
lingkungan belajar terdiri dari 3 yaitu : (1) Lingkungan Sosial; (2) Lingkungan
alam; (3) Lingkungan buatan. Ketiga lingkungan belajar tersebut dengan cara
yang tepat dan persiapan yang matang, bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Pemanfaatan
lingkungan sebagai media pembelajaran lebih bermakna disebabkan para siswa
dihadapkan langsung dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya secara alami,
sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya dapat
dipertanggungjawabkan. Siswa akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga
menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan sekitarnya. Metode yang dapat digunakan
adalah karyawisata, service proyek, school camping, survey dan interview.
Pertanyaan:
1. Ahmad Luthfi Hakim (10411040)
Bagaimana contoh penerapan lingkungan alam
sebagai sumber belajar?
Jawab: Siswa diajak menjaga alam seperti dalam
Al-Baqarah ayat 30, manusia sebagai khalifah di muka bumi dan bertugas
mengelola alam.
2. Noor Ahmad Assidiq Mubarok (10411012)
Adakah kendala dalam media pembelajaran
lingkungan dan bagaimana cara mengatasinya?
Jawab: kendala yang biasa dihadapi adalah
kurangnya persiapan dari guru, siswa biasanya jika belajar di luar kelas lebih
banyak main-main, waktu yang digunakan juga cukup memakan waktu serta kendala
cuaca. Cara mengatasinya adalah dengan dipersiapkan lebih matang dan buatlah
pembelajaran di lingkungan tersebut menarik agar siswa tetap fokus terhadap
guru dan pembelajaran.
3. Hermawan (10411022)
Bagaimana memaksimalkan lingkungan sebagai
sumber belajar agar tujuan pembelajaran bisa tercapai?
Jawab: (1) keprofesionalitasan guru, guru
harus kreatif, inovatif dalam mengolah pembelajaran di lingkungan. (2)
mengsinkronkan antara materi dengan sumber belajar dan media pembelajaran.
(3) memanage waktu dengan baik, agar
pembelajaran bisa optimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar