Kadang
kalau lagi nggak sholeh, pernah mikir kayak gini nggak? Ngapain ya Allah
nyiptain hewan yang kayakanya nggak berguna? Di tempat terpencil sekalipun
Allah tetap nyiptain laba-laba atau hewan apapun itu bahkan nggak ada satu
manusia yang tahu bahkan peduli. Padahal kalau Allah nggak mengizinkan ilmuwan
buat neliti amoeba, mungkin sampe sekarang, nggak ada tuh dalam pikiran kita
kenal makhluk bersel satu yang bisa membelah diri yang namanya amoeba itu.
Pas
kita lagi sholeh: Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada gunanya, bukan sekadar
untuk pengakuan –emangnya kita?
Related
to: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau
yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin
bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir
mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?."
dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan
perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada
yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik” (Al-Baqarah: 26).
“dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan
di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya
(pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak
sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata
(Lauh Mahfudz)" (Al-An’am: 59).
Sedih
deh, kadang kita masih “jail” dengan ketentuan Allah. Semoga kita menjadi orang
yang selalu diberi-Nya pentunjuk. Yaudah, pilihan kita cuma tinggal satu, MOVE
ON dari kejahiliyahan menuju hari esok yang lebih terang yeaay!






